Blangkejeren-LintasGayo.co : Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Grahajasa sebagai pihak ketiga yang ditunjuk sebagai pilot project oleh Bupati Gayo Lues untuk pembuatan Profil Desa di Kecamatan Rikit Gaib telah berhasil melakukan kewajibannya menyusun Data Pokok Desa dari 13 desa yang ada di Kecamatan Rikit Gaib.
Penyerahan hasil Data Pokok Desa tersebut dilakukan Pimpinan Grahajasa, Fahmi kepada Camat Rikit Gaib, Drs. Buniyamin S yang disaksikan Ketua Bappeda Gayo Lues, Drs. Ridwan, sabtu (14/11) bertempat diruangan kepala Bappeda setempat.
Pembuatan Data Pokok Desa tersebut dilakukan pihak Grahajasa selama dua bulan dengan mengumpulkan hampir dua ribu pertanyaan, pembuatannya sendiri memanfaatkan tenaga sarjana yang ada di Rikit Gaib.
Dengan selesainya Data Pokok Desa Rikit Gaib ini maka sudah tergambar sedetail mungkin permasalahan yang ada, berikut dengan data-data valid, dan diharapkan menjadi acuan bagi statistik dalam pengolahan data desa dimasa yang akan datang.
Kepala Bappeda Gayo Lues, Drs. Ridwan kepada media ini mengatakan, Data Pokok Desa yang sudah berhasil disusun ini merupakan kegigihan Camat Rikit Gaib dalam rangka meletakan kerangka dasar untuk membangun kecamatan yang termiskin di Gayo Lues tersebut di masa yang akan.
“Dengan adanya data pokok ini, kedepan Pemerintah Gayo Lues semakin mudah melakukan action pembangunan, karena potret seperti apa yang akan dilakukan sudah diketahui dalam data pokok tersebut,” ungkap Ridwan.
Sementara itu Camat Rikit Gaib, Drs. Buniyamin S merasa lega dengan selesainya Data Pokok Desa di 13 Desa yang ada dipemerintahannya. Selama ini dalam setiap musrenbang selalu terkendala apa yang akan dibangun di Rikit Gaib, sepintas terkesan usulan pembangunan hanya berdasarkan logika saja, namun dengan adanya data pokoknya sudah tergambar jelas apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan pembangunan dimasa datang.
Lebih jauh dijelaskan, dengan selesainya Data Pokok Desa maka dalam waktu dekat Rikit Gaib akan memiliki websait tersendiri yang dapat diakses oleh siapapun. Data ini semakin mudah didapatkan karena masing-masing desa telah memiliki ID tersendiri yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri. (WA)





