Ini Yang Ditakutkan Buyer Luar Negeri Jika Konsumsi Kopi Domestik Meningkat

oleh
Muhammad Syukri di acara "Melek Kopi"
Muhammad Syukri di acara "Melek Kopi"
Muhammad Syukri di acara “Melek Kopi”

Takengon-LintasGayo.co : Pengamat kopi di Gayo, Muhammad Syukri mengatakan jika permintaan kopi arabica di tingkat domestik meningkat, maka akan menjadi ketakutan bagi buyer-buyer dari luar negeri.

“Jika orang-orang Indonesia sudah menyukai kopi arabica, bisa dipastikan harga kopi akan meningkat jika di jual ke buyer di luar negeri,” katanya, Rabu 28 Oktober 2015.

Kenapa demikian, Muhammad Syukri memberikan pandangannya terhadap hal ini. Logikanya, saat kopi pola minum kopi di tingkat lokal melonjak, dengan perkembangan banyaknya kedai-kedai kopi, bisa dipastikan kebutuhan produksi kopi arabica di tingkat domestik tidak akan mencukupi.

“Ini yang menjadi ketakutan mereka (buyer luar negeri), orang-orang yang memproduksi kopi tidak akan mau menjual lagi kepada buyer disana, karena harga di dalam negeri saja sudah jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Dengan kondisi itu, produksi kopi akan sedikit lebih menguntungkan. Pasalnya, jika di jual ke luar negeri, harga akan lebih tinggi dari pada pasar domestik. “Dan dataran tinggi Gayo akan terkena efek dari kenaikan harga itu, karena daerah ini memiliki perkebunan kopi terluas di Indonesia,” tandasnya.

(Darmawan Masri)

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.