Bogor-LintasGayo.co : Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Aceh Tengah tandatangani kerjasama penelitian teknologi pembenihan dan budidaya ikan pedih dan ikan-ikan spesifikasi lokal yang bernilai ekonomis penting bersama Balai Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya Air Tawar (BPPBAT) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Balitbang KKP RI.
Penandatangan dilakukan di Bogor, Senin 12 Oktober 2015 antra Kadisnakkan Aceh Tengah, drh. Rahmandi, M.Si didampingi Kepala BBI Lukup Badak, Iwan Hasri, M.Si dengan Kepala BPPBAT, Ir. Anang Hari Kristanto, M.Sc, Ph.d.
Menurut Kadisnakkan Aceh Tengah, Rahmandi, Rabu 14 Oktober 2015 penandatanganan kerjasama itu meliputi pembahasan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan pembahasan perjanjian kerjasama (PKS).
“Ini merupakan tahun kedua kita bekerjasama dengan BPPBAT. Pada kerjasama tahun ini difokuskan pada teknologi pematangan, peningkatan keterampilan teknis SDM BBI Lukup Badak, salah satunya pematangan gonad (telur) ikan Pedih dengan menggunakan hormon HCG secara implant,” ujarnya.
Dilanjutkan, perjanjian kerjasama ini akan berlanjut selama tiga tahun kedepan. Diharapkan BBI Lukup Badak dapat merilis jenis ikan lokal yang akan dikembangkan minimal 1 jenis.
“Ikan Peres dianggap merupakan ikan yang telah memiliki syarat tersebut, tinggal penyempurnaan. Tahun depan akan dirilis sebagai ikan produk Biologi dari Aceh Tengah,” ujar Rahmandi.
Sementara itu, Kepala BBI Lukup Badak, Iwan Hasri menambahkan banyaknya jenis ikan lokal di Aceh Tengah yang belum terindentifikasi. Kedepan, harus ada kegiatan khusus sehingga road map pengembangan dapat di buat.
“Jika memang ikan yang ditemukan bernilai ekonomis penting, maka akan dijadikan kandidat oenelitian dan pengembangam budidaya di Aceh Tenga,” ujarnya.
Demi mencapai tujuan ini sebut Iwan lagi, tentu semuanya harus didukung pendanaan yang memadai.
(Darmawan Masri)





