
Takengon-LintasGayo.co : Ada-ada saja yang terjadi di arena pacuan kuda tradisional Gayo Kabupaten Aceh Tengah, ditengah keramaian dan teriakan penonton pasti ada selingan pembawa acara memberi pengumuman adanya anak hilang (terpisah dari orang tuanya).
Banyak anak yang “tercecer” dari orang tuanya seperti sudah bagian dari tradisi sebagaimana melegendanya tradisi pacuan kuda Gayo itu sendiri.
“Ada lebih 30 anak hilang dari arena pacuan kuda dalam sepekan diselenggaranya event akbar tahun ini,” ungkap Mili yang langganan menjadi pembawa acara.
Mili terkadang memandu anak yang hilang untuk mengungkapkan nama ayah dan ibu si anak. Dia mengumumkan langsung melalui pengeras suara dan tentu saja dengan gayanya yang kocak menanyakan identitas si anak membuat penonton terhibur disela hiburan utama pacuan kuda.
“Bahkan ada anak laki-laki pernah dua hari tinggal di rumah, saya kasi makan dan baju sebelum dijemput kembali oleh orang tuanya,” ucap Mili, Minggu 23 Agustus 2015 di Lapangan Pacuan Kuda, H.M Hasan Gayo, Belang Bebangka, Pegasing.
Namun menurut Mili, banyaknya anak yang terpisah dari orang tuanya di arena pacuan kuda, tidak ada yang hilang benaran alias tidak ketemu lagi, biasanya anak hilang langsung bertemu orang tuanya beberapa saat usai pengumuman berita kehilangan dibacakan.
Sering terjadinya kehilangan anak, menurut Panitia Pacuan Kuda, Amir Hamzah, akibat kelalaian orang tua ketika fokus menonton kuda berpacu, dan tidak jarang juga akibat orang tua yang keasyikan belanja.
(MK | DM)





