Ramadhan, Kebiasaan Anak di Pining Berubah

oleh
oleh

Blangkejeren-LintasGayo.co : Memasuki bulan Ramadhan 1436 H tahun ini, ada kebiasaan yang mulai ditinggalkan anak-anak Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.

Setiap tahunnya biasanya anak-anak itu membuat bedil oloh (meriam bambu-red) berukuran besar yang sudah melekat secara turun temurun, kini berubah. Anak-anak tahun ini lebih senang begule (menangkap ikan-red). Demikiam kata tokoh pemuda setempat, Sahbudin, Rabu 1 Juli 2015.

Dia menyambut positif peralihan kebiasaan anak-anak itu. Karena, saat bermain meriam bambu biasanya anak-anak tak mengenal waktu.

“Kapan saja mereka suka pasti memainkannya dengan suara dentuman keras. Tak peduli apa orang tua mereka sedang melaksanalan shalat tarawih atau masyarakat sedang istirahat, setidaknya kondisi itu mengganggu,” ujarnya.

Saat ini, kata Sahbudin, sudah tak terdengar lagi suara dentuman bedil oloh. Anak-anak mulai disibukkan dengan kebiasaan baru yang lebih bermanfaat, dengan menangkap ikan pada malam hari di anak-anak sungai yang banyak mengalir di Pining,

“Mereka membawa senter, obor dan alat menangkap ikan sejenis tombak dan jala. Hasilnya kemudian dimakan bersama-sama saat tadarus di Mersah (menasah-red),” ucap Sahbudin.

(Ismail Baihaqi | DM)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.