
Jakarta-LintasGayo.co: Gubernur Aceh Zaini Abdullah baru-baru ini baru menandatangani kesepakatan pengucuran dana hibah senilai 9 juta Euro atau lebih dari Rp 111 Miliar dengan Bank Pembangunan Jerman (Kreditanstalt fur Wiederaufbau –KfW) atas nama pemerintah Jerman untuk pembiayaan program pelestarian Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di wilayah tengah dan selatan Aceh.
Staf khusus Gubenur Aceh Bidang Hukum dan Kerjasama Internasional Dr Adli Abdullah mengatakan. Jum’at (19/12) silam, program hibah Jerman tersebut fokus bagi upaya pelestarian sumber daya alam dan hutan, kesejahteraan rakyat, khususnya masyarakat yang berada di wilayah Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).
Penandantanganan kesepakatan dana hibah tersebut ditandatangani langsung oleh gubernur Aceh dr Zaini Abdullah dan pejabat pemerintah Jerman di Jakarta (27/11) lalu.
Sebelumnya, dalam siaran persnya Kedutaan Jerman menyatakan, telah menyetujui realisasi dana hibah senilai 9 juta Euro atau lebih dari Rp 111 miliar melalui Bank Pembangunan Jerman untuk pelestarian Kawasan Ekosistem Leuser di Aceh.
Sebelumnya pada tahun 2913 Mitra global Indonesia, selain Jerman, Amerika Serikat sejak tengah tahun 2013 lalu telah terlebih dahulu mengucurkan dana hibah senilai lebih US$ 20 juta untuk program-program konservasi di Sumatera.
Pada 2004, kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang mencakup dua provinsi Aceh dan Sumatera Utara ditetapkan Badan Urusan Pendidikan, Sain dan Kebudayaan PBB sebagai warisan hutan hujan tropis Sumatera dan menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. [] VOA





