Banda Aceh-LintasGayo.co: Janji mempertemukan Bansi selatan dengan suling Gayo sukses menghipnotis pengunjung hikayat Muda Balia dan Puisi Zubaidah Djohar di PLTD Kapal Apung,Punge Blangcut, Banda Aceh, Sabtu petang (27/12/2014).
Malah tatkala Zubaidah Djohar membacakan puisi “Memahat Perahu di Pulau Nirwana” Bansi yang dimankan Muda Balia sangat menyatu dengan irama “pepongoten” Gayo dari Suling yang dimainka Teguh Santosa,anak Gayo yang kini berdomisili di Banda Aceh.
Pada penampilannya Muda Balia membacakan Syair menyangkut “damai” di Aceh, dan mengajak seluruh masyarakat dan pemimpin Aceh untuk bersatu agar Aceh tetap mulia dan jauh dari Bala.
sedangkan penyair Aceh Zubaidah Djohar menyebut Syair puisi berjudul “Memahat Perahu di Pulau Nirwana” adalah syair untukmengindahkan hidup damai.
“Memahat perahu itu adalah memahat hidup damai,” kata Zubaidah Djohar pada saat membaca puisi di Pameran Foto karya anak korban tsunami Aceh dan Thailand yang digelar Yayasan Geutanyoe di Kapal PLTD Apung,.
Sementara Muda Balia lebih menekankan masyarakat Aceh harus tetap waspada pada bencana dan tetap mengenali tanda-tandanya.
“Ada beberapa tanda-tanda alam yang patut terus diperhatikan, agar kita selamat dari bencana,” ujar Muda Balia.
Hadir pada pertunjukan Hikayat Muda Balia dan Puisi Zubaidah Djohar mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Etnomusikolog asal Jepang Maho Ishiguro dan Iwan Amir, serta masyarakat pengunjung Kapal PLTD Apung. (tarina)