Lhokseumawe-LintasGayo.co : Dengan berakhirnya pengapalan gas cair pada 15 Oktober 2014 lalu, praktis PT Arun LNG berhenti beroperasi.
Setelah berhenti operasi, banyak pekerjaan rumah yangbharis diselesaikan salah satunya ganti rugi perjanjian resettlement (pemukikan baru) akibat tergusur bangunan kilang gas, demikian disampaikan Machfud Ashari salah seorang anggota Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL), beberapa waktu lalu.
IKBAL menyayangkan perusahaan raksasa yang pernah beroperasi di Aceh ini masih meninggalkan pekerjaan rumah seperti itu. “Belum, lagi kemiskinan yang ada di Kota yang dulunya dijuluki petro dollar ini,” ucapnya.
Dilanjutkan lagi, selama 36 tahun PT Arun LNG menjadi pengekspor gas terbesar didunia namun diakhir-akhir ini mereka malah menyisakan pekerjaan rumah kepada masyarakat. “Diharapkan pikat Arun LNG bisa menyelesaikan ini secapatnya,” ucap mantan ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Unimal ini.
Alternatif baru
Muncul wacana baru yang mengejutkan bahwasanya arun yang dulunya memproduksi gas cair kini beralih fungsi menjadi terminal gas. Hal ini harus menjadi perhatian serius bagI pemerintah Aceh di tingkat 1 dan tingkat 2, walaupun dulunya arun bergerak di pasar internasional dan sekarang di pasar domestik.
“Moment ini harus di manfaatkan pemerintah sebagai alternative baru menjadikan kabupaten Aceh Utara dan lhokseuseumawe sebagai kota petro dolar kembali,” mohon Machfud.
Machfud Azhari mengungkapkan moment alih fungsi menjadi Terminal gas harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dan juga para stake holder terutama sekali yang ada di Aceh, hal ini tentu menjadi pelajaran berharga setelah berakhirnya arun jilid pertama.
“Dengan dijadikannya terminal gas pemerintah dan stake holder bisa menghidupkan kembali industri industri yang pada gilirannya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat, maka pelajaran Arun jilid pertama harus menjadi pendidkan berharga bagi kita semua,” lanjut Machfud.
“Sudah saatnya kita bangkit dari keterpurukan dengan membangun kembali industry strategis untuk mengembalikan kejayaan di beberpa tahun silam,” sambungnya. (Tarmizi A Gani | DM)







