Jembatan putus sejak 1990, tokoh masyarakat “Gayo Lokop” sebut pemerintah Aceh bohong

oleh

jembatan_aihBlangkejeren-LintasGayo.co: Jembatan sungai Aih Poteh, kecamatan Pining,  yang menghubungkan Gayo Lues dengan Lokop Serbejadi sudah putus total sejak tahun 1990 silam, namun hingga kini tidak ada tanda-tanda dibangun kembali. Padahal lintasan tersebut sangat diperlukan masyarakat untuk melakukan perjalanan ke Medan melalui Aceh Timur untuk membawa hasil pertanian .

“Pemerintah Aceh cuma bicara saja, buktinya tidak ada,” kata tokoh masyarakat Lokop Serbejadi Berlian saat menjemput tim lintasGayo.co yang hendak  berkunjung ke Desa Lokop, namun batal karena terhambat di Aih Poteh, Kamis sore (27/11/2014).

Sungai Aih Poteh yang berjarak sekitar 20 km dari Ibukota Blangkejeren, Gayo Lues, dan tinggal beberapa kilo sudah sampai di perbatasan Pining-Lokop, kerap kali tidak bisa dilintasi. Karena jika hujan air sungai mengalir cukup deras.

“Masyarakat disini sudah terbiasa dengan  kondisi ini. Janji-janji  Pemerintah Aceh bohong semua,” ujarnya.

Disebutkan pula, sungai Aih Poteh yang seringkali membuat transportasi terhambat karena air sungai meluap dan mengalir deras. Dalam sebulan terakhir sudah  dua mobil yang hanyut, dan tersangkut di batu besar.

“Ini didepannya masih ada tiga sungai lagi, walau tidak sebesar Aih Poteh namun kerapkali menganggu perjalanan,” ujar Pak Berlian.

Pantauan LintasGayo.co, pengguna kendaraan yang melintas di daerah tersebut melalui Kota BlangKejeren harus menggunakan mobil besar, karena selain kindisi sungai, jalan-jalan di kawasan Pining juga masih bertanah dan batuan, sehingga di musim hujan sangat licin. (tarina)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.