Banda Aceh-LintasGayo.co: Pengamat politik dan kemanan (Polkam) Aceh Unsyiah Aryos Nivada menilai pembentukan Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) sesungguhnya sangat merugikan partai nasional, karena harapan untuk mengimbangi partai lokal di parlemen benar-benar tidak terwujud.
“Harusnya partai nasional tidak usah mereduksi partai lokal, karena parnas itu penyeimbang parlok di Parlemen. Parnas bisa mengambil posisi terdepan, dengan mereduksi partai lokal,” kata Pengamat politik dan keamanan dari Uniersitas Syiah Kuala Aryos Nivada saat dihubungi LintasGayo.co di Banda A ceh, Selasa (18/11/2014).
Langkah partai nasional bergabung dalam Koalisi Aceh Bermartabat terlihat seperti langkah ingin mengambil poisisi aman, seperti Partai Nasdem yang semula diharapkan dapat memberi warna di DPR, ternyata juga mencari aman dan masuk dalam perahu koalisi.
“Nasdem mengambil posisi aman saja, karena takut ditinggalkan di parlemen,” ujar Aryos Nivada.
Aryos menilai keterlibatan Parnas dalam koalisi memperjelas posisi mereka yang seharusnya sebagai penyeimbang , menjadi tidak berbeda dengan parlemen lalu serta tidak memberi dinamika apapun.
“Ini justru akan menjadikan DPR Aceh sebagai duplikat parlemen lalu,” ujarnya.
Dikatakan juga, posisi ini justru akan menguntungkan lima partai di DPRA yang tidak ikut berkoalisi karena merekalah harapan yang dapat menciptakan parlemen Aceh lebih bervariasi. (tarina)





