
Redelong-LintasGayo.co : Kemanunggalan TNI dengan masyarakat tidak bisa disampaikan dengan omongan alias jargon belaka, namun mesti dengan aksi atau tindakan nyata. Demikian diungkapkan Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 114/Satria Musara Letkol. Inf. Elvin Tiomada Saragi.
“Apapun keinginan masyarakat yang ingin melakukan aktivitas bersama kami dari satuan kemeliteran, selama itu baik akan selalu kami dukung sesuai kemampuan yang ada,” ujar Danyonif yang dilantik 26 September 2014 ini saat ditemui LintasGayo.co di markasnya, Rabu 15 Oktober 2014.
Ditegaskan, pihaknya tidak membatasi diri dengan kemeliteran yang dicontohkan dengan lokasi asrama yang tertutup. “Tidak, kita tidak membatasi diri,” tegas Elvin.
Dicontohkan Danyonif kelahiran tahun 1974 ini, keberadaan lapangan Manunggal Yonif 114 Satria Musara yang berlokasi berdampingan dengan Mayonif, bisa dipakai oleh siapa sesuai peruntukkannya untuk sepak bola dan atletik.
“Lapangan sepak bola itu rumputnya standar Fifa, namun sejauh ini belum bisa digunakan karena akar rumputnya belum mengikat dengan tanah. Namun untuk jogging track silahkan pakai oleh masyarakat. Pagi portalnya kita buka dan sore ditutup kembali,” ujar Elvin.
Diutarakan lagi, jika pihaknya sangat tidak ingin dinilai menyeramkan oleh masyarakat. “Kita bagian dari masyarakat, sangat ingin membangun komunikasi dan berinteraksi dengan siapapun. Keberadaan TNI disini hendaknya bisa memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat,” tandas Danyonif 114/Satria Musara Letkol. Inf. Elvin Tiomada Saragi. (Khalis)