Kontraktor di Tangsaran: Produksi dan Administrasi tidak berimbang

oleh

gub_longsor2 mendengar penjelasan ZamzamiBlangkejeren-LintasGayo.co: Pengerjaan Longsor Tansaran di Lintas penghubung Takengon-Gayo Lues tampaknya akan mengalami  kendala tehnis, terutama menyangkut komunikasi dengan pihak donatur JICA asal Jepang yang kerapkali menolak hasil gambar proyek yang dibuat perusahaan joint Operation antara PT Pelita Nusa dan Widia Karya (wika).

“Kendalanya paling utama antara produksi dengan administrasi yang tidak singkron,” kata Satker pelabaran jalan jembatan Takengon-Blangkejeren Zamzami dihadapan awak media dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Lokasi longsor Tangsaran, Minggu (12/10/2014).

Zamzami juga menjelaskan apabila dalam pelaksanaan pengerjaan pihak Jica sering kali menolak gambar yang dibuat pihak kontraktor, tetapi juga tidak memberi solusi.

“Ini yang membuat pegerjaan lamban, barangkali kontraktor kurang melakukan pendekatan dengan pihak Jepang,” kata Zamzami. Sementara dibanding Kontraktor Pelita Nusa, pendekatan yang dilakukan Wika lebih baik, namun tetap tidak maksimal. “Seharusnya kedua perusahaan harus sejalan, kontraknya tidak masing-masing,” ujarnya.

Sementara Lukman CM dari Pelita Nusa yang ikut mendampingi gubernur mengatakan, pihaknya kesulitan dengan administrasi, dan kerapkali gambar yang diberikan tidak diterima pihak Jica, tetapi tidak ada solusi kebutuhan gambar yang bagaimana.

“Ini hambatannya,perlu ada pertemuan semua pihak terkait, termasuk JICA Jepang,” ujar Lukman. (tarina)

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.