SAJAK TENTANG ORANG SESAT
Orang yang merasa tidak sesat.
Memburu orang yang dirasa sudah sesat.
Dengan cara yang sangat sesat.
Menjadi peristiwa sesat dan menyesatkan.
Media yang juga sesat
menuliskannya dengan cara yang sesat.
Mengakibatkan pembacanya juga ikut sesat.
Akhirnya saling sesat menyesatkan.
Orang yang merasa sesat.
Mencari orang yang dirasa tak sesat.
Mencari jalan agar tak sesat.
Saling membebaskan dari sesat menyesatkan.
Nabi mengajarkan,
cintai orang yang sesat,
karena kasih sayangmu,
akan membawanya kembali,
dijalan yang tak sesat.
Ya, Tuhanku Semoga sajakku ini tidak dituduh sesat oleh orang yang merasa tidak sesat.
Dan seandainya pun kami tersesat, kasih sayangMu yang seluas langit dan bumi akan membimbing kami di jalan-Mu yang penuh kasih.
Ya, Rahman,
Ya, Gafar,
ya, Rabbil ‘Alamiin.
WR
18-07-2914
WIRATMADINATA, dikenal sebagai penyair, aktivis, dosen dan peneliti di bidang studi konflik. Mengawali karir diusia muda sebagai wartawan di berbagai media massa lokal dan nasional sejak tahun 1989 hingga 2005. Sekarang adalah dosen tetap Fakultas Hukum di universitas Abulyatama di Banda Aceh. Lulusan magister hukum Universitas Syiah Kuala ini pernah mengenyam pendidikan post graduate di bidang Conflict Management dari University of Maryland, Amerika Serikat (2008), serta bidang Hukum HAM Internasional dari University of New South Wales,Australia (2000). Meskipun kesibukan sehari-harinya meliputi kegiatan mengajar, menjadi narasumber dan meneliti, tapi menulis puisi tak pernah ditinggalkan. Pernah mendapat dua penghargaan nasional dalam bidang sastra, masing-masing dari Menteri Pendidikan RI (1989), dan Museum HB. Jassin (1993), serta Penghargaan Anugerah sastra dari Pemerintah Aceh (2013). Wira, panggilan akrabnya, lahir di Takengon, Aceh Tengah, tahun 1969, kini berdomisili di Banda Aceh.