Sinabang-LintasGayo.co: Serangan penyakit malaria pada masyarakat Kabupaten Simelue dua tahun belakangan terus menurun drastis, dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan sejak tahun 2010, jumlah korban serangan nyamuk ini mencapai ratusan kasus.
“Tapi dua tahun terakhir kasus penemuannya turun. Tahun 2013 5 kasus, sementara tahun 2014 ini baru ditemukan dua kasus,” kata Kasie Penanggulangan dan pencegahan penyakit dari Dinas kesehatan Simelu Nanang SM di Sinabang, Rabu 16 Juli 2014 lalu.
Menurutnya penurunan itu karena karena munculnya kesadaran masyarakat untuk memeriksa darah apabila diserang “demam”.
“Ini perkembangan luar biasa. Dulu masyarakat Simelu mengidentikan malaria dengan penyakit guna-guna, karena mengalami demam tinggi,” ujar Nanang.
Kesadaran masyarakat itu setelah beberapa lembaga sejak beberapa tahun lalu melakukan sosilisasi bahanya penyakit malaria, dan baru beberapa tahun ini meneurun.
Disebutkan, penyakit malaria merupakan penyakit serangan nyamuk rawa-rawa, dan masyarakat Simelue sejak dulu kerapkali diserang penyakit malaria ini, namun dianggap penyakit biasa.
DiKabupaten Siemeulu ada tiga Jenis penyakit malaria ini, pertama Flosmodium Falsifarum yakni malaria yang menyerang otak. Kedua Vivax, jenis malaria ini yang menyerang hati dan sulit dipulihkan. Ketiga Mix,yakni penggabungan dari keduanya akibat banyak digigit nyamuk.
“Malaria ada beberapa jenis, namun di Simelur cuma dua jenis itu saja,” ujar Nanang. (tarina)