
PEMILIHAN Umum (Pemilu) Legislatif yang dilaksanakan pada 9 April 2014 mendatang, Partai Golongan Karya (Golkar) merupakan salah satu partai yang mengikuti pesta demokrasi rakyat Indonesia tersebut. Mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional partai nomor urut 5 ini mengusung motto “Suara Golkar Suara Rakyat”.
Ditingkat Kabupaten Aceh Tengah sendiri Partai berlambang Pohon Beringin ini mengusung beberapa visi dan misi pada Pemilu 2014 mendatang, berbekal dengan para Calon Legislatif berpengalaman dengan berbagai profesi yang di usung partai Golkar. Tujuannya tak lain mensejahterakan rakyat.
Ketua DPD 2 Partai Golkar Kabupaten Aceh Tengah, Ir Nasaruddin, MM, mengatakan ada beberapa hal yang di prioritaskan Partai Golkar jika masyarakat Kabupaten Aceh Tengah memberi kesempatan untuk memilih kader Partai Golkar sebagai wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah Periode 2014-2019.
Pertama: Sesuai dengan motto dan harapan Partai Golkar “Suara Golkar Suara Rakyat,” apa yang diinginkan masyarakat Aceh Tengah, itulah yang akan dikerjakan oleh Golkar melalui wakil-wakilnya yang duduk di DPRK Aceh Tengah. Peningkatan atau perbaikan perekonomian masyarakat, merupakan misi yang ditempuh baik secara langsung melalui pemanfaatan Sumber Daya Alam yang berkaitan dengan pertanian (Kopi, Tebu dan Lainnya). Hal ini kami anggap penting, karena perekonomian adalah menentukan kesejahteraan dan kestabilan bagi masyarakat.
Kedua: Penyempurnaan dan perbaikan infrastuktur terutama jalan, kita khususkan kepada jalan-jalan yang bersinergi dengan sentra produksi pertanian, jalan kedaerah-daerah yang masih berjauhan dengan jalan-jalan di Ibukota, demikian halnya peningkatan jalan-jalan di ibukota yang kita antisipasi untuk mengatasi kemacetan beberapa tahun yang akan datang.
Hal lain yang ingin kita sempurnakan adalah Penanganan Kesehatan, baik mengenai dengan ketenagaan maupun dukungan peralatan kesehatan. Pada daerah-daerah yang sangat jauh seperti Kecamatan Rusip Antara, tepatnya didaerah Pamar, kemudian di daerah Linge tepatnya di daerah Ketapang dan sekitarnya kita akan bangun Puskesmas sebagai program peningkatan program kerja kita.
Partai Golkar juga menaruh perhatian serius melalui wakilnya di DPRK di bidang Pendidikan, terutama bagi daerah-daerah pinggiran yang sampai saat ini masih kekurangan tenaga Guru.
Perhatikan khusus Partai Golkar juga ditekankan pada perbaikan tata kelola di Pemerintahan, pada tahun 2012, Pemerintah Daerah dengan persetujuan DPRK Aceh Tengah telah memekarkan 58 Kampung Persiapan, mana kala Golkar diberi kesempatan, 58 Kampung ini akan diusulkan menjadi kampung definitif.
Golkar juga menaruh perhatian serius untuk menjadikan daerah-daerah terpencil di Kabupaten Aceh Tengah terutama daerah di Kacamatan yang sangat luas sehingga rentang kendali pemerintahan jauh.
Untuk itu, manakala Golkar diberi kepercayaan masyarakat untuk menempatkan wakilnya di DPRK akan memekarkan 3 Kecamatan di Aceh Tengah, yakni Kecamatan Linge, Ketol dan Kecamatan Rusip Antara, dengan demikian penanganan administrasi pemerintahan pembinaan kemasyarakatan didaerah ini akan menjadi lebih baik.
Saat ini di DPRK Aceh Tengah, Golkar menempatkan 3 kadernya atau 10 persen dari jumlah anggota DPRK Aceh Tengah yang berjumlah 30 orang. Jika Golkar mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk tahap awal nantinya Golkar akan memerankan fungsinya, sebagai fungsi legislasi, pembuatan qanun bersama pihak eksekutif. Adapun qanun yang pertama kali dibuat dipenghujung tahun, penetapan anggaran tahun 2015.
Kami berharap pada tahun pertama masa bakti DPRK Aceh Tengah maka sistem anggaran yang disahkan akan berorientasi bagi kepentingan masyarakat, sesuai dengan suara Golkar adalah suara rakyat.
Ketiga: Kami partai Golkar mengutamakan qanun tentang 58 kampung persiapan menjadi kampung definitif ditambah dengan beberapa pemekaran kecamatan yang wilayahnya luas. “Ada 3 kecamatan yang menjadi prioritas,” kata Nasaruddin.
Semua program kita tuangkan kedalam misi melalui anggota DPRK Aceh Tengah terutama Partai Golkar. Prioritas utama Golkar ditingkat atas Provinsi dan Nasional kami kira tidak terlalu jauh dengan program DPD II Kabupaten Aceh Tengah, karena mempunyai visi yang sama, sama-sama berpegang teguh dengan apa yang disebut Suara Golkar adalah Suara Rakyat.
Jika Golkar mendapat kesempatan yang lebih besar pada Pemilu 2014 ini, dalam artian bisa melebihi jumlah 10 persen keterwakilan kader Golkar saat ini menjadi 30-35 persen, sudah barang tentu antara Golkar Legislatif akan satu bahasa dengan Golkar di eksekutif.
Pendidikan, salah satu yang dicantumkan dalam program utama Golkar yaitu menyempurnakan apa yang sudah dilakukan pemerintah daerah saat ini. Khusus Kabupaten Aceh Tengah, program pendidikan gratis sudah sampai pada pendidikan pendidikan 12 tahun, hanya saja disana-sini perlu disempurnakan, oleh karena otu dukungan masyarakat kepada partai ini sangat dibutuhkan.
Terkait masalah kopi, saat ini pun Golkar di DPRK bersama eksekutif sudah mengupayakan satu program untuk mengatasi pluktuasi harga kopi yang sering dihadapi oleh petani, yaitu dengan sistem resi gudang, mengatasi harga kopi yang ekstreme, saat petani sedang panen sedangkan harga kopi sedang turun, maka petani bisa menitipkan kopi di resi gudang dengan jumlah tertentu dan bisa mengambil uang dengan perbankan yang ditunjuk sejumlah 75 persen dari harga kopi itu.
Pada saat harga kopi naik, petani dapat mengambil kembali kopi dan dijual kembali, maka harga dihitung adalah pada saat petani menjual harga kekinian, dengan catatan tentu selisih uang yang diambil di perbankan akan diperhitungkan, hal ini membantu petani kopi.
Daerah wisata
Golkar menginginkan di satu segi pariwisata sebagai keunggulan daerah akan bermanfaat bagi masyarakat didaerah ini, dilain pihak pariwisata ini tidak boleh merusak tatanan budaya apalagi melanggar nilai-nilai syariat. Golkar akan mengembangkan wisata islami, yaitu wisata yang berlatar belakang adat, budaya dan alam, inilah wisata yang akan kita jual di Kabupaten Aceh Tengah ini. Dari segi budaya, wisata yang berbudaya, AT kaya wisata alami dengan wisata alami berbasis islam.
“Hal-hal yang mengejar target wisata yang keluar dari koridor islami, adat dan budaya itu tentu jauh dari program partai Golkar,” tegas Nasaruddin.
Calon-calon Legislatif Partai Golkar Kabupaten Aceh Tengah
Suara Golkar adalah suara rakyat bermakna menyeluruh, semua kader Golkar di 4 Dapil, semua kader Golkar diserap dari berbagai Kecamatan, suku, yang tujuannya tidak lain adalah Caleg ini adalah sebagai penyuara aspirasi masyarakat.
Ada dari ulama, ketua pengajian, pengusaha, mantan birokrat yang membantu pemerintahan, untuk memenuhi dan mewujudkan apa yang disuarakan Golkar. Dan ada juga kader baru dan lama untuk melanjutkan program-programnya.
Pemilu 2014 seatu proses demokrasi di negara kita, kami dari Golkar mengajak masyarakat yang sudah punya hak pilih dan sudah terdaftar di DPT, mari sama-sama kita gunakan hak pilih kita pada 9 april 2014 mendatang, karena suara kita menentukan pembangunan daerah kita, provionsi dan nasional. Hadirilah TPS-TPS yang sudah ditentukan dengan suasana yang gembira dan gembira.
Selaku pimpinan Partai Golkar kami ucapkan terima kasih, kami tidak akan menyia-nyiakan apa yang telah masyarakat berikan kepada kami.#





