Covid-19 Akan Menggiring Kita Kembali ke Zaman Barter

oleh

Oleh : Fauzan Azima*

Kita termasuk manusia yang beruntung hidup di zaman ini. Betapa banyak peristiwa luar biasa yang sudah kita alami dan saksikan. Peristiwa demi peristiwa seperti mengalami percepatan dipertontonkan. Satu peristiwa masih melekat dalam ingatan, sudah menyusul peristiwa lainnya.

Kita baru saja meninggalkan trauma gempa bumi dan tsunami yang dahsyat, konflik RI-GAM, peralihan kepemimpinan dari kaum militer kepada kaum hartawan, dan kini dunia bersatu melawan virus corona yang akan merubah tatanan kehidupan; ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan sistem pemerintahan.

Peristiwa terakhir, pandemi Covid-19 akan menggiring peralihan kepemimpinan dari kaum hartawan kepada kaum kebudayaan atau kembalinya pemerintahan kepada sistem kerajaan serta perdagangan kembali kepada sistem barter atau barang ditukar barang.

Baru enam bulan virus corona, tetapi dampaknya sungguh di luar dugaan, seluruh dunia lumpuh. Beruntunglah saat ini kita masih bisa menikmati listrik, minyak dan internet.

Sejalan dengan berjalannya waktu “simbol kemoderenan” itu juga akan berangsur hilang karena uang tidak ada lagi nilainya. Tidak mungkin mengeluarkan dana miliaran dolar Amerika untuk mengirim satelit di luar angkasa kalau harus dibayar dengan beras, singkong dan jagung.

Baru kita sadari ternyata puncak dari peradaban manusia adalah tahun 2019. Selanjutnya dunia akan terus mengalami kemunduran dengan cepat kembali kepada tahun 1980-an, kemudian bergerak kepada tahun 1940-an dan tahun 1920-an, seterusnya waktu terus berjalan mundur menuju peradaban abad ke-18 dan 16.

Semua itu akan terjadi jika masyarakat dunia tidak mengindahkan protokol pencegahan Covid-19 sejak dini. Sesungguhnya saat ini kita sedang menekan agar jarum jam tidak bergerak kembali ke masa lalu.

Optimisme harus dibangun agar kita mampu melewati badai pandemi virus corona menuju peradaban yang bergerak ke arah masa depan.

(Mendale, 1 Mei 2020)

Comments

comments