Bupati Buka Dialog Lintas Agama di Simeulue

oleh

 

SIMEULEU-LintasGAYO.co : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melalui Sub Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) kembali menggelar Dialog Lintas Agama di aula Setdakab Kabupaten Simeuleu pada Selasa, 24 April 2018

Kegiatan dialog tersebut dibuka oleh Bupati Simeuleu, Erly Hasyim, SH.S.Ag. M. I. Kom, dan diikuti 30 peserta yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, Kejari, Polres, Dandim, DPRK, BIN, MPU, Kesbangpol, FKUB Simeulue dan tokoh pemuda setempat.

“Kami menyambut baik dan terima kasih kepada Kemenag Aceh yang menggelar Dialog Lintas Agama di Kabupaten Simeuleu, karena kegiatan ini sangat penting, mudah-mudahan kerukunan umat beragama  betul-betul terbangun dengan baik,” ujar Erly Hasyim.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut ia memaparkan kondisi ril masyarakat Kabupaten Simeuleu dan juga tentang sumber daya alam Kabupaten tersebut.

“Alhamdulillah saat ini kerukunan umat beragama di Simeuleu sangat kondusif,” lanjut Erly Hasyim yang juga mengatakan bahwa Simeuleu cocok sebagai miniatur Indonesia.

Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh yang didampingi  Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh, H. Saifuddin dalam arahannya mengajak tokoh masyarakat dan forum FKUB untuk merawat kerukunan umat beragama di Kabupaten Simeuleu, jika ada perbedaan atau perselisihan dapat diselesaikan melalui forum FKUB.

Selain itu, orang nomor satu dijajaran Kanwil Kemenag Aceh ini juga mengatakan bahwa keberadaan tokoh agama, pemuka agama, dan majelis agama sangat penting dan strategis di tengah umat. Tidak hanya dalam memberikan pemahaman keagamaan, tapi juga dalam upaya menjaga dan  memelihara kerukunana umat beragama.

Menurut Kakanwil, kerukunan umat beragama tidak hanya tanggungjawab pemerintah. Kerukunan harus menjadi kesadaran kolektif seluruh masyarakat.

Sementara Kepala Sub Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Aceh, Rakhmad Mulyana, S.Ag. M. SI, dalam laporannya menyampaikan bahwa dialog ini  bertujuan untuk berdiskusi apabila ada gejala timbulnya sesuatu yang dapat merusak kerukunan umat beragama di Kabupaten Simeuleu apalagi menjelang Pilkada, juga hal hal keyakinan yang baru yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dapat terdeteksi melalui dialog ini. [RN]

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *