Free songs
Home / Jurnalis Warga / Panti Penyantunan Anak Luar Biasa Bener Meriah Butuh Guru Inklusi

Panti Penyantunan Anak Luar Biasa Bener Meriah Butuh Guru Inklusi


Oleh : Hayatun Nufus*

Yayasan Ilham Panti Penyantunan Anak Luar Biasa (YPALB) digagas oleh H.Ibrahim. S.Pd pada tahun 2000 di Kampung Pondok Gajah Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah. Yayasan ini terdiri dari SDLB, SMPLB, SMALB yang masing-masing mempunyai kepala sekolah terpisah satu sama lainnya.

Pimpinan YPALB Tuah Darma Zumainy, S.E mengatakan ayahnya H.Ibrahim merintis yayasan ini dari nol ketika Bener Meriah belum dimekarkan dari Aceh Tengah.

“Dulu belum ada yayasan yang menampung anak disabilitas,” terang Tuah

Maka ayahnya berinisiatif untuk mendirikan yayasan ini dengan tujuan agar anak-anak disabilitas yang ada di Kecamatan Bandar tetap bersekolah.

“Ayah mendirikan yayasan ini dengan keterbatasan dana dan mencari anak-anak yang disabilitas dari rumah kerumah agar mau disekolahkan,” kenang Tuah.

Awalnya yayasan ini hanya mempunyai 5 siswa, bahkan mereka tidur hanya beralaskan tikar karena keterbatasan dana. Selain menggunakan dana pribadi beliau juga mengajukan permohonan kepada para donatur dan pemerintah untuk membantu yayasan ini.

Hingga sekarang, yayasan ini telah memiliki 61 siswa yang terbagi atas 33 siswa SD, 17 siswa SMP dan 11 siswa SMA dengan guru pengajar sebanyak 30 orang yang sebagian besarnya adalah honorer dan untuk SMA sama sekali tidak mempunyai guru tetap.

Pendidikan di yayasan ini tidak semata mengajarkan mata pelajaran akademik, tapi juga keterampilan yang disesuaikan dengan minat anak, misalnya bengkel, menjahit atau membuat kerajinan.

“Anak-anak harus diajak belajar sambil bermain atau mengerjakan sesuatu yang disenangi agar pelajaran mudah diserap,” terang Tuah.

Salah seorang alumni, Umar (25) adalah seorang anak tuna wicara, namun kesehariannya sering berada di sekolah untuk bertemu dan mengajari adik kelasnya.

“Ia anak yang berpotensi dan sering mengajar adik kelasnya dengan sabar dan penuh kasih sayang, namun secara administrasi ia belum diperbolehkan menjadi guru,” ungkap Tuah terharu.

Tuah menyampaikan ucapan terimakasih kepada Reje Kampung Pondok Gajah yang telah banyak membantu yayasan ini dan berharap agar pemerintah bisa menambah kekurangan guru yang berpendidikan khusus berbasis inklusi yaitu guru yang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan siswa yang beraneka ragam baik dari segi intelegensi, kemampuan kognitif, afektif , psikomotornya  dan keadaan ekonomi sosial anak dalam satu kelas  di sekolah. [ZR]

*Hayatun nufus adalah Jurnalis Warga Asal Kampung Pondok Gajah

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top