Warga Bies Meninggal Dunia di Kekuyang Ketol Bukan Covid-19, Ini Alasan Dievakusi dengan Protokol Kesehatan

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Drs. Ishak mengatakan warga dari Kecamatan Bies yang diketahui meninggal dunia secara tiba-tiba di kebun miliknya di kawasan Kampung Kekuyang, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah setelah diperiksa tim medis tidak menunjukkan gejala yang mengarah ke Covid-19.

Namun dari itu kata Ishak lagi, pada saat evakuasi tim dari BPBD Aceh Tengah tetap melakukan evakuasi menggunakan protokol kesehatan. “Karena dini hari tadi, kita belum mengetahui secara pasti penyebab warga yang kemudian diketahui bernama Haris (45 tahun). Kepastian itu baru kita ketahui pagi tadi, setelah jenazah dievakuasi ke RSUD Datu Beru,” kata Ishak, Senin 3 Agustus 2020.

“Untuk berjaga-jaga pada saat evakuasi, makanya kita putuskan melakukannya dengan protokol kesehatan. Namun, setelah dirumah sakit dan hasilnya sudah diketahui, maka saat ini jenazah alamarhum Haris ditangani dengan tata cara penanganan jenazah biasa pada umumnya oleh pihak keluarga,” tambah Ishak.

Ketika ditanya kronologis meninggalnya seorang warga itu, Ishak menjelaskan, pada Sabtu 1 Agustus 2020 lalu almarhum bersama abangnya Abdul Muis berangkat dari kampungnya di Bies Penantanan menuju perkebunan mereka di Dusun Wih Lukup, Kampung Kekuyang, Kecamatan Ketol.

“Mereka berdua bermalam disana. Rencana akan pulang pada Minggu 2 Agustus kemarin. Pada Minggu pagi, abangnya pamit kepada almarhum untuk menuju ke kebun miliknya, jarak antara kebun kedua saudara kandung itu sekitar 200 meter,” terang Ishak.

“Siang harinya, sang abang mencoba menghubungi almarhum lewat telpon selulernya. Namun tidak diangkat, kemudian sang abang bergegas menuju pondok yang mereka gunakan sebagai tempat untuk menginap. Disana abangnya itu melihat adiknya masih tertidur. Segera dibangunkan, tapi enggak bangun, disiram dengan sedikit air tidak bangun juga,” tambahnya.

Setelah melihat adiknya tak sadarkan diri, sang abang kata Ishak kemudian menghubungi Kepala Dusun setempat, untuk kemudian diteruskan kepada kita untuk dilakukan evakuasi. “Tim evakuasi saat ini harus berjalan 7 KM menuju ke lokasi. Karena meninggalnya tiba-tiba maka tim dibantu dengan PSC 119 mengevakuasi dengan protokol kesehatan, sebelum jenazahnya itu diperiksa oleh tim kesehatan,” kata Ishak.

“Setelah dilakukan pemeriksanaan oleh petugas medis di Rumah Sakit, ternyata almarhum tidak menunjukkan gejala Covid-19, akan tetapi memiliki riwayat penyakit yang telah lama dideritanya. Maka setelah proses evakuasi itu, jenazah almarhum bisa ditangani dengan penanganan jenazah seperti biasa,” demikian Ishak.

[Darmawan]

Comments

comments