Upuh Kio Berdiri Didorong Keinginan Menyelamatkan Budaya dan Bahasa Gayo

oleh

REDELONG-LintasGAYO.co : Tim Upuh Kio berdiri lantaran didorong oleh keinginan menyelamatkan kebudayaan dan bahasa Gayo, serta membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat.

Demikian disampailan salah seorang anggota tim Upuh Kio, Peteriana Kobat akrab disapa Ana Kobat, saat seminar revitalisasi teknologi tradisional melalui inovasi kerawang Gayo, Senin 14 September 2020 di Aula Setdakab Bener Meriah.

“Upuh Kio, akan menggali kembali tenòn Gayo, dan mengembangkannya sebagai alternatif sumber penghasilan masyarakat,” kata Ana Kobat.

Menurutnya, Upuh Kio yang menjadi nama tim tersebut, merupakan sebuah nama dari salah satu tenòn Gayo, yang masih digunakan sebelum tahun 1925.

“Kain ini, kerap digunakan dalam acara resmi, seperti pernikahan. Setiap keluarga dulunya memiliki Upuh Kio, yang terbuat dari hasil tenòn,” katanya.

Menurutnya, seminar yang dilakukan pada hari ini, bertujuan mendokumentasikan pengetahuan dan teknologi tradisional guna berlanjutnya budaya Gayo.

“Ini adalah kearifan lokal kita, dan bisa menjadi stimulus bagi Pemkab, dalam mengembangkan kemampuan dan kapasitas bagi pelaku kebudayaan dengan karya yang kreatif dan inovatif,” ucapnya.

“Hasil seminar ini, nantinya akan terdokumentasi ke dalam sebuah buku. Dan diharapkan juga, nantinya teknologi tekstil di Gayo muncul kembali,” demikian Ana Kobat.

Pantauan, kegiatan seminar yang dilakukan tim Upuh Kio yang digawangi, Peteriana Kobat (Ana Kobat), Zulfikar Ahmad Aman Dio dan Achrial Aman Ega, bekerjasama dengan Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kegiatan Revitalisasi Teknologi Melalui Inovasi Kerawang Gayo ini akan berlangsung mulai hari ini hingga bulan November 2020 mendatang.

[Darmawan]


Ikuti channel kami, jangan lupa like and subscribe :

Comments

comments