Syamsul : Perlu Modernisasi Gerak Didong

oleh
para ceh Didong bersama Syamsul SABA
para ceh Didong bersama Syamsul SABA

Redelong-LintasGayo.co : Syamsul Bahri Ishad atau yang lebih sering dikenal dengan nama Syamsul SABA mengadakan pertemuan dengan beberapa Ceh didong yang berasal dari kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah di Redelong, Jum’at 8 Januari 2016.

Pertemuan ini yang awalnya direncanakan hanya sebagai reuni para seniman beralih menjadi semacam Focus Group Discussion (FGD), para ceh ini mengeluarkan unek-unek mereka tentang kondisi seni didong sekarang ini.

Sebelum diskusi berlangsung para Ceh M. Din, Ceh Amran dan Ceh Arita sempat berdidong membawakan syair andalan mereka secara bergantian.

Salah seorang peserta , M. Isa Arita dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa seni didong sekarang ini mengalami titik jenuh ini ditandai dengan semakin berkurangnya pagelaran seni didong. Sekarang seni didong lebih banyak digunakan dalam acara kawinan.

“Didong harus bisa seperti Saman yang disukai oleh semua orang, bukan hanya orang Gayo.” Kata Arita.

Hal yang lebih mirisnya lagi adalah seni didong tidak lagi bisa menjadi andalan sebagai penopang ekonomi bagi para pelaku seni didong, seperti diungkapkan oleh M. Din, salah seorang seniman senior Gayo.

“Dulu pada masa saya didong bisa menjadi tumpun ekonomi, sekarang itu tidak bisa lagi,” kata M. Din

Walaupun sekarang banyak seniman mencoba mengeluarkan karya seninya melalui CD atau VCD itu, menurut M. Din, tidak menjamin karena banyak karya seni mereka yang kemudian dibajak.

Menanggapi ini Syamsul SABA memberikan masukan, “Harus ada modernisasi didong terutama dalam gerak. Didong tidak boleh lagi hanya mengandalkan syair dan tepukan tangan,” kata Syamsul.

Turut hadir dalam pertemuan itu, selain Syamsul SABA Ishad adalah para ceh klub didong yang berasal dari Kabupten Bener Meriah dan Aceh Tengah, seperti: M. Isa Arita ceh Club Arita dari Tunyang, Abdurrahman Ceh klub Didong Aliren Masa dari Delung Tue, Mahlil Lew ceh klub didong Tribuana dari Lewa Jadi, Kamaruddin ceh klub Didong Merpati dari Tingkem, Abadi ceh klub didong Sentosa dari Blang Sentang, Amran Ceh Club Didong Sriwijaya Kenawat dan seniman senior dari Aceh Tengah M. Din. (MPlen)

Comments

comments