Sistem Resi Gudang di Bener Meriah Resmi Beroperasi

oleh

REDELONG-LintasGAYO.co : Bupati Bener Meriah, Abuya Tgk. H. Sarkawi telah meresmikan Sistem Resi Gudang (SRG) di Kabupaten tersebut, Kamis 16 Juli 2020.

Peresmian turut dihadiri perwakilan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemeterian Perdagangan RI, Yuli Edi Subagio sekaligus menyerahkan sertifikat perizinan gudang yang dikelola oleh Kelompok Tani Kenara Kopi.

Menurut Abuya, moment ini sudah dinantikan lama oleh para petani kopi di Bener Meriah. Ia menyebut moment ini sangat spesial.

“Ini sangat penting menopang perekonomian petani disaat harga kopi anjlok, seperti saat ini di tengah Pandemi Covid-19,” kata Abuya Sarkawi.

Dikatakan lagi, saat ini kran ekspor kopi Gayo sudah dibuka meski permintaan belum normal seperti biasa.

“Bahkan ada yang sudah berangkatvl 3 kontainer ke Georgia, ini pangsa pasar baru setelah ke Amerika dan negara Eropa lainnya,” terang Abuya.

Ia pun bersyukur kran ekspor itu telah dibuka, jika tidak maka kopi akan menumpuk di gudang-gudang milik eksportir di Bener Meriah, Aceh Tengah bahkan di Medan.

“Saat ini saja, ada belasan ribu ton kopi yang mesih belum terjual, belum lagi musim panen raya di bulan Oktober akan segera tiba. Kondisi ini juga sudah disampaikan ke Plt Gubernur,” katanya.

“Dan Alhamdulillah SRG di Bener Meriah saat ini sudah aktif dengan pendanaan dari Bank Syariah Aceh, walau masih ada kendala, tapi jalan keluar segera dicarikan,” tambahnya.

Bupati juga berharap kepada Dinas  Perdagangan Bener Meriah untuk mendampingi pengelola, agarr ini bisa berjalan dengan lancar karena ini langsung berhubungan dengan sektor utama ekonomi Bener Meriah.

Sementara itu, perwakilan Bappebti, Yuli Edi Subagyo mengatakan kehadiran SRG ini dapat menawarkan mekanisme terbukanya akses pasar, tersedianya informasi ketersediaan, sebaran mutu dan nilai komoditas, memberikan kepercayaan dan keamanan yang lebih besar dalam transaksi perdagangan, mempermudah dalam memperoleh pembiayaan komoditas yang kompetitif dan memungkinkan transper resiko yang lebih efektif dan transparan, urainya.

“Memang benar awalnya SRG ini dalam rangka mengatasi gejolak harga terutama ketika harga jatuh, para petani jujur ketika mereka menanam budidaya mengharapkan mempunyai kualitas yang bagus, namun pada waktu tertentu terutama musim panen komoditas itu over suply dan harganya jatuh termasuk permainan dari pada pelaku-pelaku pasar, solusinya adalah tunda jual atau menajemen stock,” jelasnya.

[Darmawan]

Comments

comments