[Puisi] Ada Dalam Tiada: Hidup

oleh

Edisi: FILSAFAT
Marhaban ya Ramadhan

Oleh : Dr. Joni MN
——————o0o—————-

Wahai diri insani yang eros selalu beranak pinak dalam benak mu
Ini seolah-seolah sudah menjadi sesuatu yang elastik dalam pikiran mu.

Wahai diri insani itu bukanlah suatu forma yang melekat pada jiwa mu.

Wahai insani tanamkanlah idealis mu ke dalam sanubari dan batin mu.

Wahai diri insani saat ini engkau bukan lagi basyar maknailah mitos-mitos yang bertaburan di sekeliling roh kudus mu.

Sadarlah insani gaib bukanlah hal nihilisme, melainkan ada dalam tiada.
Ber-noesislah kepada diri dan roh diri yang beraktivitas di muka bumi.

Hai diri yang bukan basyar, jadikan diri insani sebagai Zoon Logon Echon, diri berakal dasar wahyu, “akal kin pangkal kekire kin belenye”.

Diri insani saat ini tidak apologetik tetapi diri adalah apologetika yang apologeomai
Adakanlah diri dalam tiada, tiadakanlah diri dalam ada…hai diri jauhkan ruh dari jiwa durjana.

“Akal” untuk apologetika, “kekire” lembagakan untuk apologeomai..dapat hidup harmonis dan damai.

“Tradisionalisme adalah pagar atas lahirnya modernisme dari dampak era industrial”

*Penulis adalah ketua bidang pendidikan dan penelitian di Majelis Adat Gayo (MAG) Takengon.

Comments

comments