Penanganan Pandemi Covid-19 di Sekitar Kita dan Nasehat Alam Kubur

oleh

Catatan Jumat : Mahbub Fauzie*

Dalam catatan jumat kali ini saya suguhkan dua tema yang saya rangkum dari dua kesempatan majelis yang saya ikuti dalam minggu ini. Pertama, majelis pertemuan bersama Muspika Kecamatan Pegasing dengan para Reje di Kantor Kecamatan setempat, Rabu (14/10/2020) yakni rapat tentang penanganan Covid-19. Kedua, dari majelis jumat, yakni catatan dari menyimak penyampaian khutbah jumat Sang Khatib di masjid Qawi Kampung Kung Pegasing, tempat kami berjamaah shalat jumat pada tanggal 16/10/2020.

Keduanya sengaja saya rangkai dalam notes kali ini, sekaligus. Walau barangkali, sekilas tidak saling terpaut tema ulasannya, namun sebagai catatan diharapkan bisa menjadi bacaan yang bermanfaat jika disimak pesan-pesan yang disampaikan.

Baiklah, dimulai dari catatan pertama dari majelis pertemuan bersama Muspika Pegasing saat membicarakan tentang fullow up penanganan Pandemik Corona di sekitar kita, khususnya di wilayah kerja Kecamatan Pegasing

“Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati”

Suasana penyebaran penularan Covid 19 atau virus corona dari hari ke hari makin masif. Jika kita ikuti berita, baik di media cetak, online, radio, televisi maupun media sosial disinyalir makin banyak yang terjangkit virus asal Wuhan China itu dengan berbagai asal dan media penularannya (klaster).

Hal itu tentu membuat kita makin trenyuh, was-was, terih (takut) dan merinding. Kemasifan penularan virus yang kasat mata ini tentu bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita yang barangkali selama ini suka abai, meremehkan dan acuh tak acuh terhadap protokoler kesehatan yang selalu diingatkan oleh berbagai pihak. Sikap menyepelekan serta tak peduli yang juga barangkali sudah akut menjangkiti sebagian kita, menjadikan jalan tol penyebaran covid makin mulus tak terhambat.

Alih-alih mencegah, malah penularan makin bertambah. Akibat apa? Mungkin jawabannya ada pada prilaku sebagian kita. Sebagaimana terpapar dalam paparan paragraf tulisan di atas. Kita suka abai, kita suka acuh tak acuh serta meremehkan dan menyepelekan protokoler kesehatan selama ini.

Pesan penting dari Camat Pegasing Sukirman SSTP, M.Ec.Dev adalah, agar kita semua semakin berperan aktif dalam kampanye penegakkan protokoler kesehatan untuk menekan laju penularan dan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Kampanye untuk selalu cuci tangan, pakai masker serta jaga jarak tetap kita kumandangkan. Diminta para khatib dan penceramah sering-sering mengingatkan melalui mimbar jumat dan kesempatan lainnya.

Sementara itu, Danramil 03/Pegasing Kapten (Inf) Subekti KCCPM juga mengingatkan pentingnya peran serta semua pihak dalam masyarakat ikut menekan persebaran virus Corona. Kita harus bisa merubah minset masyarakat yang tidak percaya tentang Covid-19. Kita yakinkan bahwa corona itu nyata. Ujar Pak Danramil Kapten Subekti yang juga menjabat sebagai Pasie Intel Kodim 0106/Aceh Tengah.

Kapolsek Pegasing Iptu Hasman Hidayat SH juga menegaskan agar kepatuhan pada protokoler kesehatan menjadi hal yang penting dalam upaya antisipasi penyebaran penularan virus asal Wuhan. Masih banyak masyarakat yang menganggap remeh.

Mencegah penyebaran virus corona dengan menegakkan protokoler kesehatan adalah cara paling hemat daripada mengobati. Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak adalah cara-cara yang tidak mahal. Demikian kira-kira yang ditegaskan Pak Kapolsek Pegasing.

Hal senada juga disampaikan Kepala KUA Pegasing, Mahbub Fauzie SAg, Kepala Puskesmas Pegasing Muslim SKM dan Mukim Pegasing Tgk Abdulah HR.

Doa, ikhtiar dan tawakal adalah cara yang musti dikedepankan orang-orang beriman dalam mengantisipasi virus corona. Kita jangan pernah lupa berdoa kepada Allah Swt agar kita terhindar dari virus berbahaya itu. Juga jangan berhenti berusaha atau ikhtiar agar bisa mencegah paparannya. Dan tawakal juga penting.
Sekiranya sudah kita tunaikan semuanya, apabila terpapar juga maka yakinlah sesuatu musibah yang datang dari Allah Swt itu pasti ada hikmahnya. Bisa jadi azab, cobaan atau ujian.

Hasbunallah wani’mal wakil ni’man maula wani’man nasir…!

Nasehat Alam Kubur

Selanjutnya, pada Jumat (16/10/2020) dari mimbar di masjid Qawi Kung Pegasing, khatib yang membaca khutbah dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan-pesan menyentuh nurani kita sebagai hamba Allah Swt. Yakni tentang “Nasehat Alam Kubur”.

Setiap yang bernyawa pasti mati. Kullu nafsin dzaa iqatul mauut. Selanjutnya masuk alam kubur sebelum dihisab untuk menentukan masuk neraka atau surga. Siksa kubur itu ada dan berikut ini adalah nasehat yang bisa menyelamatkan orang dari siksa kubur. Demikian sang khatib menyampaikan seiring pesan takwa.

Utsman bin Affan Radhiallahu’anhu berkata: “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Alam kubur adalah awal perjalanan akhirat, barang siapa yang berhasil di alam kubur, maka setelahnya lebih mudah. Barang siapa yang tidak berhasil, maka setelahnya lebih berat’

Nasehat dialam Kubur untuk Kita semua :

Pertama: Aku adalah tempat yg paling gelap diantara yg gelap, maka terangilah aku dengan “Tahajud.”

Pesan ke-Dua: Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber “Silaturrahmi.”

Pesan ke-Tiga: Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca “Al-Qur’an”.

Pesan atau Nasehat ke-Empat: Aku adalah tempatnya binatang2 yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal “Shadaqah.”

Nasehat alam kubur yang ke-Lima: Aku yg menyepitmu sampai hancur bilamana tidak Shalat, bebaskan sempitan itu dengan “Shalat.”

Pesan yang ke-Enam: Aku adalah tempat utk merendammu dg cairan yg sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dgn “Puasa ”

Pesan yang terakhir atau ke-Tujuh: Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimah “Laa ilaa hail lallah”

Allâh Azza wa Jalla berfirman : “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imrân/3:185]

Wallahu a’lam bish-shawab.

*Penghulu Madya/Kepala KUA Kec. Pegasing-Aceh Tengah


Ikuti channel kami, jangan lupa subscribe :

Comments

comments