Pemkab Bener Meriah Gelar Diskusi Antisipasi Penumpukan Hasil Panen Kopi

oleh

REDELONG-LintasGAYO.co : Produksi kopi Gayo sekitar 40 – 50 ribu ton pertahun. Yang diproduksi di 3 Kabupaten, Aceh Tengah (48%), Bener Meriah (45%) dan selebihnya di produksi di Kabupaten Gayo Lues. Kopi Gayo menjadi tumpuan harapan hidup sekitar 80 ribu keluarga di Gayo, sehingga komoditi ini merupakan komoditi penting bagi masyarakat Gayo, terutama di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Demikian disampaikan oleh Armia Ahmad, Ketua BPD AEKI Aceh dalam diskusi mengantisipasi menumpuknya hasil panen kopinarabika Gayo, yang diselenggarakan oleh Pemkab Bener Mener Meriah di Gedung Empu Beru, Kamis 27 Agustus 2020.

Dalam memapaparannya, Armia Ahmad menyampaikan bahwa 99% kopi Gayo dijual untuk pasar ekspor, dengan negara tujuan utama Amerika Serikat.

“Hal ini sangat beresiko bagi kopi Gayo, jika terjadi sesuatu dengan negara tujuan ekspor utama ini maka akan sangat berpengaruh bagi perekonomian masyarakat Gayo, terutama di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Untuk itu sudah saatnya dicari alternatif pasar,” katanya.

Lain itu, Ketua Fair Trade Indonesia, Armiyadi menanggapi perlu penguatan pemasaran dalam negeri dengan mengoptimalkan pemasaran kebeberapa konsumen utama seperti Nestle, Kapal Api dan lain sebagainya.

“Akhir-akhir ini kopi dengan kualitas grade 5 justru yang lebih banyak laku di pasaran, apakah ini pertanda kopi Gayo akan jadi kopi biasa?” kata Armiyadi.

Sedangkan Absardi yang mewakli MPKG menyampaikan bahwa MPKG adalah lembaga yang bertanggung jawab untuk menjaga kualiats kopi Gayo.

Absardi berharap kegiatan diskusi ini jangan hanya menjadi diskusi biasa, perlu dilakukan follow up yang serius, dan melibatkan ke tiga kabupaten kalau perlu. Jika selama ini 99% kopi Gayo ditujukan untuk pasar ekspor, sudah saatnya diperlukan modifikasi produk agar memiliki pasar yang lebih luas.

“Selain itu, Sistem resi gudangpun perlu dioptimalkan,” tambah Absardi.

Pantauan, diskusi tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, HailinYoga, didampingi oleh Wakil Ketua DPRK Bener Meriah, Kadis Perdagangan, Masyarakat Perlindungan Kopi Gayo (MPKG), sejumlah eksportir, Bank Aceh Syariah Bener Meriah dan sejumlah dinas terkait.

Dalam pengantarnya, Haili Yoga berharap dapat melindungi pendapatan utama masyarakat di Bener Meriah. “Apabila perlu hasil diskusi hari ini akan ditindaklanjuti secara berjenjang ke provinsi dan pemerintah pusat di Jakarta,” tambahnya.

Diskusi yang dipandu oleh Zulfikar Ahmad, Kabag Perekonomian Setdakab Bener Meriah di tutup dengan kesimpulan, untuk jangka pendek perlunya segera dilakukan penguatan pasar domestik dan segera melakukan pertemuan bersama ketiga Kabupaten produsen kopi untuk mencari solusi-solusi.

Jangka menengah perlu percepatan penyusunan Qanun yang dapat melindungi kopi Gayo dan jangka panjang ada upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas kopi Gayo terutama sesuai dengan persyaratan buyer seperti kandungan pestisida dan lain sebagainya.

[Darmawan]

Comments

comments