[Melawan Stigma Part II] Pesan Seorang Dokter Asal Bener Meriah yang Positif Covid-19 Bagi Kita Semua

oleh

Beberapa waktu lalu, seorang dokter spesialis yang bekerja di RSUD Muyang Kute Bener Meriah menuliskan sebuah pesan yang cukup menyentuh bagi kita semua.

Seorang dokter spesialis jiwa yang mengizinkan namanya di sebut ini, dinyatakan positif Covid-19 beberapa waktu lalu.

Hari ini, Senin 3 Agustus 2020, merupakan hari ke empat, dr. Insan Sarami Artanoga, Sp.KJ dirawat di Ruang Pinere 1 RSU Zainoel Abidin Banda Aceh.

Ia pun kembali menuliskan sebuah pesan bagi kita semua, baik yang sudah dinyatakan positif maupun yang belum.

Pesan ini dikemas dengan sebuah tulisan ringan namun banyak pesan didalamnya, semoga bermanfaat bagi kita semua, berikut tulisan lengkapnya :

MELAWAN STIGA Part II

Assalamualaikum semua
Hari ini, hari ke 4 rawatan saya di ruang pinere 1 RS Zainal Abiddin BNA, Alhamdulillah saya sangat bersyukur kepada Allah masih diberikan kesehatan jiwa dan raga serta umur untuk bisa terus menghirup segarnya udara pagi, dan indahnya suasana dunia.

Empat hari lalu, saya dengan hati dan perasaan yg tulus menuangkan isi pikiran saya pada sebuah tulisan yg saya beri judul “MELAWAN STIGMA”, Alhamdulillah respon dari masyarakat sangat baik, mendoakan kesehatan saya, memberi dukungan secara psikis dan semangat melawan virus yg bersarang ditubuh ini.. Saya ucapkan “TERIMAKASIH, DAN SEMOGA ALLAH SWT MEMBALAS KEBAIKAN ANDA”

Sengaja saya tidak membalas satu persatu karena saya ingin sekali melihat respon dari masyarakat tentang covid19 yg saya derita ini, ternyata banyak yang sudah sangat baik menanggapi penyakit ini.

Namun muncul lagi pertanyaan dalam pikiran saya, apakah masyarakat akan bisa menerima kepulangan saya setelah dinyatakan sembuh dan ditambah sudah melakukan isolasi mandiri 14 hari dirumah nantinya??? Jika dokter Ahli (Spesialis Paru & tim) sudah menyatakan sembuh, tentunya kita sebagai manusia harus meneriama dilingkungan dan dipekerjaan (semoga).

Saya ingin sekali menyampaikan tips atau saran kpd semua pembaca, apa itu? Ada 2 hal.

1. Jika anda terkonfirm positif covid19, maka patuhi protokol kesehatan. Yg tidak kalah penting adalah JANGAN MENSTIGMASI DIRI SENDIRI, tidak boleh ada dalam pikiran anda menganggap bahwa anda sedang mendapat kutukan, jangan menganggap diri kita pembawa malapetaka, jangan kita merendahkan diri kita akibat penyakit yg kita derita, lalu bagaimana?

Kita harus tenang, lakukan evaluasi diri tentang gejala yg berkembang, jauhkan pikiran terhadap dampak virus ini terhadap kematian, munculkan semangat untuk sembuh, serta berdo’a.

Dan saran untuk KELUARGA, mari kita pahami, situasi ini mengharuskan kita untuk tetap dirumah, kita bukan sedang dikurung atau dikekang, melainkan kita sedang menolong orang lain diluar sana agar tidak terpapar oleh kita yg belum mengetahui hasil pemeriksaan.

2. Untuk anda diluar sana yg keluarga anda tidak terpapar covid19, tolong hargai keluarga kami yg sebenarnya sedang menolong anda dari paparan virus ini, bantu keluarga kami, jangan menghakimi, jangan mendiskriminasi, lakukan tindakan pengisolasian secara santun dan lembut, insyaAllah akan terjadi pemikiran yg sejalan antara anda dan keluarga kami.

Mungkin buah pikiran ini dapat meluruskan stigma masyarakat, khususnya kabupaten tempat tinggal saya dan kabupaten tempat saya bekerja, umumnya untuk seluruh masyarakat di Indonesia ini, agar tidak terjadi hal-hal yang menyedihkan dan menyakitkan.. Mari kita berikan edukasi-edukasi yg membangun dimulai dari diri kita..

Pesan dari kami yg berjuang melawan covid19 yg berada ditubuh ini, INI BUKAN TEORI KONSPIRASI, HARUS TETAP GUNAKAN MASKER, CUCI TANGAN, JAGA JARAK, jika tidak ingin merasakan isolasi 14 hari.. “Itu berat, Dilan saja tidak sanggup, cukup kami saja” 😁
(IS,35)

Comments

comments