Kran Ekspor Sudah Dibuka, Sekitar 10 Ribu Ton Kopi Gayo Masih Tertahan

oleh

TAKEMGON-LintasGAYO.co : Direktur PT Meukat Komoditi Gayo, Iwanitosa Putra mengatakan saat ini diperkirakan lebih dari 10 ribu ton kopi arabika Gayo masih tertahan dan belum dilakukan pengiriman (ekspor).

“Setelah kita tanyakan ke teman-teman eksportir dan pedagang pengumpul, diperkirakan angkanya 10 ribu ton lebih yang masih belum terkirim,” kata Iwanitosa kepada LintasGAYO.co, Rabu 15 Mei 2020 di Takengon.

Dikatakan, tertundanya pengiriman itu lantaran permintaan ekspor ke sejumlah negara masih sedikit.

“Kita akui, sudah ada permintaan ekpors namun jumlahnya masih sedikit, belum normal,” kata Iwanitosa.

Tambahnya lagi, 10 ribu ton kopi itu berasal dari 3 kabupaten (Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues) dan untuk masa panen Februari hingga Juli 2020.

“Musim panen raya juga sebentar lagi akan berlangsung di bulan Oktober 2020, sementara pengiriman belum normal, dan kita bersyukur hari ini ada penambahan 3 SRG untuk mengantisipasi anjloknya harga di musim panen yang akan datang,” terangnya.

Sebelumnya, Dr. Hadiyan dari Dinas Perdagangan Aceh Tengah mengatakan, dalam setahun butuh dana 3,3 Triliun Rupiah dengan total produksi 68 ribu ton pertahun.

“Itu untuk 3 kabupaten, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Sedangkan untuk Aceh Tengah saja butuh 1,8 T pertahun,” terangnya.

Dikatakan lagi, untuk masa panen saat ini, yang jumlahnya 30 persen dari hasil panen kopi Gayo pertahun, dibutuhkan uang 800 M lebih membeli kopi dari petani.

“Kalau panen saat ini itu hanya 30 persen saja. Kita harus perhatikan juga masa panen di bulan Oktober-Desember, ini puncak panennya,” terang Hadiyan.

[Darmawan]

Comments

comments