Kasih Tak Sampai

oleh

Oleh : Husaini Muzakir Algayoni*

“Cinta adalah secangkir kopi Gayo yang akan membuat sang pencinta lupa kepedihan dan derita, cinta dalam secangkir cappucino melembutkan asa rindu”

Tergeletak dan tak berdaya dalam alunan cinta, ia terbaring di atas sajadah hijau dengan tetesan air mata bagaikan mata air yang mengalir deras dari relung hati yang paling jernih. Malam yang pekat ia ditemani desahan angin, rintikan air hujan, dan suara hening datang menyapa jiwanya yang sedang bergejolak.

Berada dalam genggaman angin laut, rindu membawa luka ia hempaskan di pesisir pantai saat senja dan di dermaga cahaya hati mengkontemplasi cinta yang tak dirindukan, bersimpuh di bawah awan memeditasi hati meneduhkan cinta.

Sentuhan rindu dirajut dan dimanja oleh bahasa cinta setiap ruang dan waktu berubah menjadi sebuah tragedi yang menakutkan, tragedi musyahid cinta.

Manakala suatu keadaan datang dengan pilu, ia menyendiri dalam keramaian. Ia menggoreskan pena bertintakan butiran debu kelabu. Sang musyahid cinta itu menorehkan kasih tak sampai dalam perjalanan hidup. Namun, ia berusaha untuk tidak menjadi musyahid cinta yang sesungguhnya.

Dari musim kentang hingga musim padi, cinta selalu dinantikan kehadirannya. Walaupun tak semua cinta berbuah manis, tapi ketika cinta datang menyapa hati, maka harus disambut dengan hati, meski kehadirannya bisa datang bagaikan angin puting beliung yang memporak-porandakan taman harmoni.

Kasih tak sampai bisa membuat seseorang berada dalam penyakit asmara yang mengusik akal sehatnya, karena penyakit itu berawal dari lamunan dan khayalan tentang seseorang yang dicintai. Gila dalam arti yang sesungguhnya bisa karena cinta yang tak kesampaian bahkan bisa naik statusnya menjadi musyahid cinta.

Kasih tak sampai, peristiwa inilah yang melatarbelakangi tokoh-tokoh besar dari kalangan penyair dan sastrawan menjadi pengkhayal besar dengan kata-kata puitis dan mengandung unsur-unsur filosofis. Walaupun bukan seorang penyair, tapi ketika berbicara tentang perasaan, ia akan berbicara dengan bahasa puitis.

Ibn Hazm al-Andalusi, penyair asal Cordoba (Spanyol) lahir pada tahun 384 H/994 M, memberikan sebuah syair tentang orang yang telah terjangkit virus gila karena cinta, maka penyakit tersebut harus diobati dengan penawar cinta kepada seseorang yang dicintainya. Di bawah ini petikan syair tersebut:

Hatinya t’lah kau curi, di dunia ini siapa bisa hidup tanpa hati # Dia, dengan segenap rasa, temui dan obati # Hidupmu akan mulia dan bergelimang pahala # Kalau kau masih membiarkannya begitu saja # Mungkin, ia kan lepaskan segala # Perhiasan di pergelangan kakinya # Pesonamu sungguh memikat hati, laiknya mentari pagi # Sehingga cintanya padamu, semua penghuni bumi mengetahui.

Cinta membawa keindahan dan spirit dalam kehidupan, di sisi lain rona-rona cinta melahirkan kegilaan dan kesedihan. Hadirnya luka bukan berarti hidup akan berhenti, karena hidup akan terus berjalan menyusuri lorong waktu.

Karena itu, Kahlil Gibran pernah mengatakan:

Ingatlah
Bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya
Tapi, ketika cinta itu mati
Kamu tidak perlu mati bersamanya.
Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang,
Melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh

Mendengar syair di atas, penulis teringat dengan salah satu kalimat yang ada di novel Hujan karya Tere Liye yang berbunyi “Orang kuat itu bukan karena dia memang kuat, melainkan karena dia bisa lapang melepaskan…”

Dari sekian kisah cinta yang ada, Layla-Majun satu kisah cinta legendaris yang ditulis Nizami Ganjavi (1141-1209) menjadi kisah representatif dalam perjalanan cinta, pahit, getir, sedih, derita, dan kesetiaan dalam cinta.

Kasih tak sampai
Dalam perjalan hidup bermandikan keringat dan tetesan air mata.
Kasih tak sampai,
Perjalanan hidup selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan.

Kasih tak sampai dan rindu membawa luka, secangkir kopi itu menyembuhkan karena cinta adalah secangkir kopi Gayo yang akan membuat sang pencinta lupa kepedihan dan derita, cinta dalam secangkir cappucino melembutkan asa rindu yang merekah, saat gerimis datang setiap seruputannya ada kebebasan, inspirasi, dan aroma kenikmatan. []

Comments

comments