Jokowi Janjikan Akan Beli Kopi Gayo yang Tertimbun Selama Covid-19, Ini Kata Pelaku Kopi Gayo

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Pelaksana Tugas Gubernur Aceh berbagi cerita sukses melobi Presiden Joko Widodo, untuk membeli komoditi kopi Gayo. Dalam pertemuan di Jakarta pada pekan lalu, Jokowi, sapaan presiden, menjanjikan untuk membeli produk utama perkebunan dataran tinggi Gayo yaitu kopi, baik melalui skema BUMN ataupun swasta.

Mendengar hal itu, salah seorang pelaku kopi arabika Gayo, Iwanitosa Putra memberikan tanggapannya.

Saat ditanya LintasGAYO.co, Selasa 21 Juli 2020, Iwan menyambut baik apa yang telah dilakukan Plt Gubenur Aceh, Nova Iriansyah melobi Presiden Jokowi.

Namun kata Iwan, butuh skema yang baik dalam menyambut wacana dari Presiden Jokowi untuk membeli kopi Gayo melalui BUMN.

“Kita tahu sekarang, yang punya pasar kopi Gayo itu adalah eksportir melalui perusahan dan koperasi. Saat ini, pengusaha itu terbanyak ada di Gayo,” kata Iwanitosa.

Jadi katanya lagi, Pemerintah harus mengatur skemanya bagaimana. “Artinya begini, kopi itu jika sudah disiap dibeli maka harus dijual. Pasarnya yang beli siapa ni sekarang ini, sekarang ini kan susah cari pembeli disaat pandemi ini, jadi kan kopinya harus di tahan dulu,” ujarnya.

Iwan nemawarkan skema yang paling tepat dalam menerima anggaran dari Pemerintah itu untuk membeli kopi Gayo adalah diberikan kepada eksportir yang punya track record penjualan selama 3 tahun  terakhir.

“Artinya jika kopi sudah dibeli dari pedagang pengumpul, maka harus disiapkan pembelinya, siapa mereka ya tentunya eksportir yang sudah memiliki rekam jejal yang baik,” katanya.

“Pemerintah tak akan susah mencari eksportir yang punya rekam jejak bagus, tinggal carikan datanya kepasa AEKI nya sudah lengkap,” tambahnya.

Hal itu kata Iwan, agar tidak terjadi kesalahan dalam skema yang akan dilakukan pemerintah. “Artinya begini, kalau BUMN yang beli, maka mereka harus menyiapkan terlebih dahulu gudangnya dimana, SDM pengolahannya, dan yang paling penting pembelinya siapa,” katanya.

“Jika diserahkan ke eksportir maka itu akan lebih efektif karena merekalah yang telah biasa melakukan hal itu,” demikian Iwanitosa Putra.

[Darmawan]

Comments

comments