Banyak yang Tak Percaya Corona, Begini Respon Psikolog

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Kondisi Covid-19 yang kini menjadi pandemi di seantero dunia mengharuskan masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Karena jalan ini, merupakan satu-satunya jalan yang mudah dilakukan agar kita tidak terinfeksi.

Namun faktanya, banyak masyarakat yang abai dengan keberadaan musuh yang tak tampak itu. Di Aceh secara umum dan Gayo secara khusus, masih banyak warga yang abai terhadap protokol kesehatan.

Pengabaian ini, menjadi sebab melonjaknya jumlah kasus di Aceh dalam beberapa waktu terakhir. Bukan hanya itu, abainya protokol kesehatan menjadi bukti banyak yang tidak percaya Corona.

Namun terlepas dari itu, faktanya saat ini, seluruh dunia perekonomiannya diambang resesi. Hal ini menjadi sangat nyata akibat Covid-19.

Menanggapi masih banyaknya warga yang tak percaya Corona itu ada, salah seorang psikolog di Gayo, Wahyuni, S.Psi., M.Psi., Psikolog memberikan tanggapannya.

Menurutnya, saat seseorang menghadapi situasi yang dirasa mengancam dan menimbulkan kecemasan atau ketakutan, maka muncul mekanisme pertahanan untuk melindungi diri.

“Salah satu bentuk mekanisme pertahanan diri adalah denial atau penyangkalan. Dengan melakukan penyangkalan, maka individu berusaha terhindar dari rasa sakit, rasa cemas dan rasa takut,” kata Wahyuni, Rabu 16 September 2020.

Dikatakan lagi, saat mengalami ketakutan, sebenarnya sistem dalam tubuh langsung mengalihkan semua energi untuk bersiap menghadapi ancaman yg membuat kita berfikir untuk bertarung (fight) atau menghindar (flight).

“Perilaku menolak menggunakan masker, tidak patuh pada protokol kesehatan dan tidak percaya akan adanya virus corona adalah bentuk pertahanan diri yg menolak atau menghindar yang sebenarnya refleksi dari rasa cemas yang ia alami,” ujar Wahyuni.

[Darmawan]


Ikuti channel kami, jangan lupa subscribe :

Comments

comments