“Baju Gues” Alat Pelindung Diri Pejuang Gayo Saat Berperang

oleh
Baju Gues Baju Perang Gayo. (Dok : Zulfikar Ahmad)

Catatan : Darmawan Masri*

Saat berperang, bukan hanya senjata dan amunisi yang strategis untuk disiapkan. Akan tetapi, body protector juga harus dipakai, agar terhindar dari senjata musuh.

Nah, itu adalah alat perang yang dipakai di zaman modern. Pada zaman perang Rasullullah, umat Islam juga memiliki baju perang yang bonafit.

Tak hanya gagah dipakai, tetapi baru perang yang digunakan umat islam masa itu, bertujuan untuk menghalau pedang, panah dan tombak musuh.

Berbicara baju perang, Rasulullah SAW, juga pernah menggadaikan baju perangnya kepada kaum Yahudi. Bukan berarti, para sahabat waktu itu pelit atau tidak mampu, akan tetapi ada pesan tersirat Rasulullah pada saat itu yang harus kita teladani sampai saat ini.

“Amanah untuk menghadapi mereka kalau mereka tidak melalukan hal yang membahayakan, mereka berteman, mereka damai meminta. Mereka ada hak untuk diayomi, dilinduingi itu amanah Rasulullah melalui menggadaikan bajunya,” jelas Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU sebagaimana dikutip dari detik.com.

Di Gayo, pada masa perang melawan penjajah Belanda di zaman dulu, juga sudah memiliki Alat Pelindung Diri (APD) berbentuk baju.

APD itu dikenal dengan sebutan “Baju Gues”. Sebuah nama yang kini mungkin terdengar asing bagi kita generasi muda Gayo yang millenial.

Namun, sejarah harus tetap dicatat. Maka kami mencoba untuk mengulas tentang Baju Gues yang menjadi baju perang urang Gayo melawan penjajah Belanda.

Menurut Zulfikar Ahmad aman Dio, Baju Gues pernah dicatat dalam buku-buku Belanda. Baju Gues atau baju perang, berbentuk jaket dari kain tebal. Selain untuk berperang, baju ini juga sering digunakan sebagai penghangat badan.

Wilhelm Volz dalam bukunya Die Gajolander, menyebutkan pernah bertemu dengan pejuang Gayo yang pulang dari medan pertempuran menghadapi pasukan Van Daalen.

Baju Perang Pejuang Gayo. (Dok Aman Dio)

“Dalam buku itu, Volz tertarik dengan baju yang digunakan para pejuang Gayo pada saat bertempur dengan pasukannya Van Daalen yang dikenal bengis,” kata Aman Dio.

Alat Pelindung Diri atau baju perang yang digunakan urang Gayo atau disebut Baju Gues, terdiri dari beberapa lapisan.  “Ada lapisan kulit dan jubah luar. Jubah luar dilapisi dengan kapas,” kata Aman Dio.

Tak hanya baju yang digunakan sebagai berperang, urang Gayo juga memiliki alat pelindung kepala yang disebut dengan kepiah tembege, helm kulit dan topi khusus berbahan sama seperti jubah perang.

Terkait alat pelindung kepala, LintasGAYO.co sudah pernah menuliskan di artikel ini.

Lain itu, selain baju dan alat pelindung kepala, Urang Gayo juga membuat alat berupa perisai yang terbuat dari rotan, ada juga yang terbuat dari besi dan tembaga.

Perisai saat perang yang terbuat dari Rotan. (Dok Aman Dio)

Hal itu kata Aman Dio, lebih dari 100 tahun lalu, Urang Gayo ternyata sudah menguasai berbagai teknologi material mulai dari clay, logam (emas, perak dan tembaga), textil, dyes (pewarna), sampai pengolahan sutra.

Meski pemakaian sutra tak lazim digunakan Gayo, namun Pegasing dan Bebesen merupakan dua wilayah yang menjadi pusat ekstraksi sutra untuk kemudian dijual ke pesisir. (J. Kreemer, 1921).

“Adanya Baju Gues sebagai baju perang pejuang Gayo, membuktikan bahwa teknologi Tenòn di Gayo dengan berbagai teknik, dapat dijumpai diberbagai rumah warga pada masa itu,” terang Aman Dio yang tengah meneliti Tenòn Gayo bersama tim Opoh Kio bersama dua orang lainnya Peteriana Kobat Inen Nami, dan Achrial Aman Ega.

“Masalah Tenòn Gayo panjang lebar diulas dalam buku Vruly 1923, hasil tenun ini termasuk baju perang tadinya didomonasi oleh warna hitam, dongker, putih dan merah,” demikian Aman Dio menimpali.

*Pemred LintasGAYO.co


Ikuti channel kami, jangan lupa subscribe :

Comments

comments