IAIN Takengon dan Dinas Perpustakaan Aceh Tengah Gelar Bedah Buku Aspek Manusia dalam Bencana di Aceh

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Tengah menggelar bedah buku Aspek Manusia dalam Bencana di Aceh di Gedung Perpustakaan Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Ketangguhan, Merawat Kemanusiaan” ini dihadiri oleh siswa-siswi SMP dan SMA di sekitar Kota Takengon yang didampingi para guru, mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum.

Buku yang diterbitkan Mahara Publishing pada tahun 2026 tersebut merupakan bunga rampai yang ditulis oleh 17 penulis dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi. Buku ini mengangkat pengalaman, pembelajaran, refleksi, layanan kemanusiaan, hingga dampak sosial dari berbagai peristiwa bencana yang terjadi di Aceh.

Hadir sebagai narasumber utama, editor buku Achmadi Jayaputra dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Zulfan Diara Gayo, ST, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan dimoderatori oleh Dr. Al Musanna, M.Ag., dosen IAIN Takengon yang juga menjadi salah satu penulis dalam buku tersebut.

Dalam paparannya, Achmadi Jayaputra menjelaskan bahwa buku ini lahir dari kepedulian terhadap berbagai bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026.

Awalnya, buku tersebut direncanakan mengulas bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Namun, karena sebagian besar tulisan yang masuk berasal dari Aceh, fokus pembahasan kemudian diarahkan pada pengalaman kebencanaan di Tanah Rencong.

Menurutnya, buku ini tidak hanya membahas bencana dari sisi teknis, tetapi juga menyoroti aspek manusia yang sering kali terlupakan dalam berbagai kajian kebencanaan. Mulai dari hubungan manusia dengan lingkungan, nilai-nilai agama dan kearifan lokal, pengalaman penyintas, peran relawan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.

“Di balik setiap bencana selalu ada cerita tentang ketabahan, solidaritas, gotong royong, dan kemanusiaan. Nilai-nilai itulah yang ingin kami hadirkan melalui buku ini agar menjadi pelajaran bagi generasi sekarang dan yang akan datang,” ujar Achmadi.

Sebagai pembahas, Dr. Johansyah, MA, pegiat literasi Aceh, memberikan apresiasi terhadap kehadiran buku tersebut.

Ia menilai buku Aspek Manusia dalam Bencana di Aceh menghadirkan perspektif yang berbeda karena tidak hanya berbicara tentang kerusakan dan penanganan bencana, tetapi juga mengangkat pengalaman manusia, nilai-nilai sosial, serta ketangguhan masyarakat dalam menghadapi musibah.

Johansyah menyebut buku ini sebagai salah satu kontribusi penting dalam penguatan literasi kebencanaan di Aceh. Meski demikian, ia juga menyampaikan sejumlah catatan kritis yang konstruktif sebagai bahan penyempurnaan pada penerbitan berikutnya, terutama terkait peluang pengayaan data, perluasan cakupan kajian, dan pendalaman beberapa tema yang dinilai strategis.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah penulis buku, di antaranya Makmur Jaya dan Mahbub Fauzie, yang berkesempatan berbagi pengalaman mengenai proses penulisan dan gagasan yang mereka tuangkan dalam buku tersebut.

Kehadiran para penulis memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdialog langsung mengenai pengalaman lapangan, refleksi akademik, serta pentingnya membangun kesadaran kebencanaan di tengah masyarakat.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para siswa, mahasiswa, dan peserta lainnya tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat, peran pendidikan, dan pentingnya membangun budaya tangguh bencana sejak dini.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pengembangan literasi di Aceh Tengah, kegiatan bedah buku diakhiri dengan penyerahan buku Aspek Manusia dalam Bencana di Aceh oleh editor, Achmadi Jayaputra, kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Tengah, Zulfan Diara Gayo, ST.

Penyerahan buku tersebut menjadi simbol kolaborasi antara kalangan akademisi, peneliti, dan lembaga perpustakaan dalam memperluas akses pengetahuan serta memperkuat budaya literasi kebencanaan di tengah masyarakat.

Momen tersebut dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara narasumber, pembahas, moderator, para penulis yang hadir, serta peserta kegiatan.

Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan buku ini dapat menjadi salah satu referensi penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kebencanaan, kemanusiaan, dan upaya membangun ketangguhan sosial di Aceh.

Melalui kegiatan ini, IAIN Takengon dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Tengah berharap dapat memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya aspek kemanusiaan dalam penanggulangan bencana.

Nilai-nilai kepedulian, gotong royong, dan ketangguhan sosial yang menjadi ruh buku ini diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi modal penting bagi masyarakat Aceh dalam menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang.

[Mahbub Fauzie]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.