Oleh : Dr. Jamhuri Ungel, MA*
Para ahli membuat definisi tentang sejarah, bahwa sejarah adalah peristiwa masa lalu. Setiap peristiwa yang terjadi sampai masa sekarang, maka peristiwa itu dikatakan sebagai kejadian masa lalu atau disebut dengan sejarah.
Sedangkan peristiwa yang terjadi semenjak saat ini sampai masa yang tidak ditentukan disebut dengan kejadian masa depan atau masa yang akan datang. Berarti, dari dua kata antara masa lalu dan masa depan hanya dipisahkan dengan kata saat ini.
Saya pernah membaca sebuah buku yang berjudul “Sejarah Hari Esok” yang ditulis oleh seorang tokoh ternama, yaitu Ali Syariati, di mana beliau menulis sebuah buku yang berisi tentang keberadaan Imam Mahdi.
Karena keberadaan Imam Mahdi adalah suatu hal yang pasti akan terjadi, maka beliau mengatakan bahwa suatu peristiwa atau kejadian yang pasti akan terjadi, maka itu dapat dikatakan dengan sejarah hari esok.
Kepastian akan turunnya Imam Mahdi menurut Ali Syariati adalah suatu hal yang pasti terjadi, sehingga mereka yang mempunyai aliran kepercayaan Syiah sangat optimis bahwa kejadian itu pasti terjadi. Oleh karena itu, mereka sangat bersemangat untuk menunggu kejadian yang pasti akan terjadi tersebut.
Kita masing-masing sebagai pribadi tentu masih ingat apa yang kita jalani dan lakukan pada masa-masa yang telah lalu. Baik kejadian-kejadian itu yang menyenangkan ataupun kejadian-kejadian yang menyusahkan diri kita sendiri, maka semua itu kita catat dalam memori dan kesadaran kita.
Sehingga, baik kejadian yang menyenangkan ataupun yang menyusahkan sering kita ceritakan ulang kepada orang lain. Dengan demikian, kita berharap bahwa kejadian yang menyenangkan itu akan terjadi kembali dan kejadian-kejadian yang menyengsarakan jangan berulang kembali.
Lalu, dari pengalaman tersebut atau berdasarkan analisis kajian yang kita pahami, maka sering kita mencoba menggambarkan apa yang terjadi pada masa depan sehingga kita membuat sebuah gambaran yang menurut kita sangat indah.
Tetapi kita harus pahami bahwa gambaran yang kita buat untuk masa depan itu masih diwarnai oleh masa-masa lalu. Terkadang goresan warna masa depan yang kita gambarkan lebih didominasi oleh pengalaman-pengalaman masa lalu.
Bahkan terkadang masa itu tidak cocok atau tidak sesuai kita gambarkan untuk orang-orang yang mempunyai masa depan yang berbeda dengan kita.
Seindah masa depan yang kita gambarkan, maka belum tentu seindah mereka yang menjalani masa depan tersebut, karena masa depan itu terkadang ada di luar nalar atau di luar bayangan manusia itu sendiri.
Saya sering mengatakan kepada mahasiswa ketika sedang mengajar, “Saya adalah masa lalumu dan kalian semua adalah masa depanku.” Terkadang ungkapan tersebut saya katakan kepada seseorang mahasiswi.
Saya menyebut namanya dengan ungkapan, umpamanya saya sebut namanya, “Kuliah, kamu adalah masa depanku dan aku adalah masa lalumu.”
Mendengar kata yang saya ucapkan, terkadang mahasiswa merasa malu karena ungkapan tersebut dianggap sebuah rayuan atau sebuah kata-kata yang membuat dirinya merasa tidak patut diucapkan.
Namun ketika saya jelaskan bahwa saya dulu bercita-cita menjadi seorang dosen dan kini saya telah menjadi dosen, berarti dosen adalah masa depan saya.
Kini Anda dan semua kalian adalah mahasiswa yang saya ajar, berarti kalian adalah masa depan saya. Kalian menuntut ilmu, mendengar pelajaran yang saya ajarkan, dan yang kalian lakukan semua itu adalah sekarang.
Maka sekarang, dalam pemahaman Anda, adalah masa lalu, sedangkan masa depan Anda masih sangat jauh yang harus Anda ukir lebih indah daripada masa lalu Anda.
Jangan pernah berpikir membeli mobil seperti yang saya punya, karena mobil yang saya punya hari ini mungkin pada masa depan Anda tidak ada lagi.
Jangan pernah berpikir membuat rumah besar, memiliki sofa yang sangat indah, dan semua isi rumah sangat mewah, karena mungkin pada masa depan Anda nanti tidak ada lagi yang namanya rumah besar.
Tanah-tanah yang kosong sudah berisi rumah-rumah semua orang, jadi Anda hanya memiliki tanah seadanya. Oleh karena itu, tidak perlu lagi berpikir tentang mewah dengan besarnya rumah.
Anda tidak perlu lagi berpikir dan membayangkan bahwa Anda akan tinggal dan bekerja di gedung yang puluhan bahkan ratusan tingkat, karena mungkin pada masa depan Anda semua itu tidak ada lagi. Anda cukup bekerja dari kamar Anda dengan menggunakan satu buah laptop atau bahkan teknologi yang lebih kecil dari laptop yang Anda gunakan pada saat ini.
Karena itu, jangan pernah menjalani masa depan itu sekarang, tetapi siapkanlah masa depan. Masa depan itu berada di dalam bayangan-bayangan orang-orang yang cerdas dan jenius.
Masa depan itu tidak ada dalam bayangan atau pikiran mereka yang tidak memiliki ilmu pengetahuan.
Kalau Anda ingin tahu bagaimana kehidupan masa depan, maka Anda harus menjadi orang yang mempunyai ilmu pengetahuan. Kalau Anda ingin hidup senang di masa depan, maka hendaklah Anda mempersiapkan diri menjadi orang yang cerdas di masa depan.
Bila Anda lalai, tidak memiliki ilmu dan tidak memiliki kecerdasan, maka yakinlah suatu saat Anda akan hidup dalam posisi masa depan yang tidak Anda bayangkan.
Anda akan hidup disibukkan dengan masa yang selalu menyesuaikan dengan masa depan. Anda tidak pernah menikmati apa itu masa depan karena ketidaktahuan Anda tentang masa depan.
Pasti Anda tidak pernah menyiapkan bagaimana sebenarnya hidup dalam masa depan tersebut.
Akibat dari majunya teknologi, dan teknologi itu sebenarnya adalah masa depan mereka-mereka yang sudah menyiapkan masa depan mereka, di mana dulu mereka berpikir bagaimana bila seandainya suatu saat dunia ini dipenuhi dengan gemerlapnya teknologi dan semua kehidupan manusia akan digantikan oleh teknologi.
Bahkan pada tahun 90-an orang membayangkan sekarang adalah masa robot, di mana semua aktivitas manusia akan dikerjakan oleh robot. Dalam kenyataannya sekarang kita bisa lihat bahwa banyak pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh teknologi, sehingga manusia secara fisik tidak lagi berfungsi, karena yang berfungsi sekarang adalah kecerdasan dan tingginya ilmu pengetahuan manusia.
Sekarang semua itu sudah terjadi, dan kejadian ini adalah terjadi dalam masa lalu Anda. Lalu apakah Anda tahu nanti suatu saat apa yang terjadi dalam masa depan Anda? Karena sebagaimana saya katakan, hari inii adalah masa lalu Anda, dan masa depan Anda masih jauh.
Ketika Anda lalai hari ini, ketika Anda tidak mempersiapkan apa pun hari ini, maka yakinlah Anda akan menjadi satu generasi yang tidak mempunyai masa depan.
Mungkin kita harus berprinsip seperti apa yang dikatakan oleh tokoh besar Syiah, Ali Syariati, yang membuat diri kita optimis bahwa masa depan itu adalah sesuatu yang pasti.
Masa depan itu adalah suatu kejadian yang tidak mungkin tidak ada. Kita semua, atau generasi-generasi muda pada saat ini, pasti hidup dalam masa yang pasti dan dalam masa depan yang juga pasti.
Karena itu, siapkan ilmu pengetahuan untuk menyambut datangnya kemajuan ilmu pengetahuan yang terkadang berada di luar nalar kita sebagai orang yang biasa. Karena kita mungkin bukan orang yang jenius. Bahkan mereka, atau bahkan kita, adalah orang-orang yang lambat dalam membaca masa depan. []




