Avika Aprilya Joki Perempuan Pertama dan Sejarah Pacuan Kuda Gayo

oleh
Avika Joki Perempuan Pertama dalam Sejarah Pacuan Kuda Gayo. (For LGco)

TAKENGON-LintasGAYO.co : Pacuan Kuda Gayo kini mengukir sejarah baru. Setelah beberapa dekade, dimana pada penunggang kuda/joki didominasi anak-anak lelaki, kini muncul sosok perempuan yang berpacu di arena.

Dialah Avika Aprilya, remaja 14 tahun yang lahir di Lampahan Bener Meriah, memiliki hobi unik yang tak biasa bagi perempuan di Gayo.

Kecintaannya terhadap kuda, menjadikan momentum bagi remaja yang kini duduk di bangku kelas VIII SMPN 5 Takengon itu, untuk belajar menunggang kuda.

Yah, menjadi joki di arena pacuan kuda memang menjadi impiannya sejak lama, dan dalam waktu tiga tahun belakangan ini, dia terus mengasah kemampuannya untuk menjadi joki handal.

Akhirnya, keinginan menjadi joki terwujud, di event pacuan kuda yang digelar mandiri oleh Feza Mandiri dan Komunitas Pecinta Kuda Pacu Tradisional Gayo, impian Avika terwujud.

Dia pun menjadi mencetak sejarah, perempuan pertama yang menjadi joki di arena pacuan kuda Gayo, yang sudah menjadi tradisi sejak lama.

“Saya suka sama kuda dan pacuan, dan tiga tahun ini saya terus mengasah kemampuan saja untuk terus berlatih menjadi joki,” kata Avika, ketika diwawancara LintasGAYO.co, Senin 8 Juni 2026.

Avika mengatakan, bahwa keinginan menjadi joki bukan ada paksaan dari pihak manapun, melainkan keinginannya sendiri.

“Keinginan sendiri, dan orang tua saya juga tahu,” tegasnya.

Avika menambahkan, dia ingin memberikan yang terbaik dan terus mengasah kemampuannya menjadi joki.

“Mohon dukungannya, agar nanti saya bisa menjadi joki yang bisa berlaga di pacuan nasional,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pacuan kuda tradisional Gayo yang digelar mandiri oleh Feza Mandiri dan Komunitas Kuda Pacu Tradisional Gayo, akan dimulai hari ini Senin 8 Juni 2026.

Pacuan ini akan berlangsung hingga semingu ke depan, yang akan diikuti oleh 122 ekor kuda di Lapangan H. M. Hasan Gayo, Belang Bebangka, Pegasing, Aceh Tengah.

Pacuan yang digelar mandiri ini mengusung tema Solidaritas Untuk Gayo, Gayo Pulih-Gayo Bangkit, yang merupakan sebuah slogan mengajak mengajak masyarakat untuk pulih bersama-sama paska bencana yang melanda Gayo pada akhir November 2025 lalu.

[Darmawan]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.