[Puisi] Air Mata Tebuk

oleh

[Puisi] Air Mata Tebuk

Yus Oloh Guwel

Hujan turun yang tak reda
Dipagi itu
Tak ada pikiran merjalela
26 Nopember 2025 hari rabu
Dihari menunggu terbit mata hari
Yang tak kunjung tiba
Saat manusia membuka mata menunggu langkah pagi buta
Ada air mengalir bercampur lumpur tanah
Hadir memuncratkan warna yang kuning pekat
Deras mengalir ke hilir

Lama air mengalir
Bukan saja tanah tapi batang kayu-kayuan
Pohon dengan akar-akarnya
Disertai bebatuan saling beremuk bertumpuk menggelinding
Bagaikan lambaian tangan kematian menerpa dan menimpa apa saja

Suaranya yang terdengar menggelegar
Menggemparkan kesadaran
Tak terbayangkan sebelumnya menimpa dengan marah
Rumah, jalan dan apa saja yang menghalangi jadi aliran
Dicat cairan tanah gembur berlumpur
Bercampur air mata

Tebuk, remuk
Iba memupuk lubuk
Sekolah terpuruk sunguk

Takengon, akhir 2025

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.