Sultan Merah Johansyah layak Jadi 5 Tokoh Pemimpin Kerajaan Islam Dunia

oleh

BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Pemimpin Kerajaan Islam Aceh Darussalam, Merah Johansyah atau nama lain Sultan Alaidin Johansyah (1205-1235 M) masuk sebagai pemimpin kerajaan Islam hebat dunia.

Sultan satu ini masuk sebagai salah seorang pemimpin yang berkapasitas hebat dalam memimpin negara yang sederet kerajaan-kerajaan besar Islam lainnya di dunia.

“Merah Johansyah adalah tergolong tokoh yang bisa masuk ke dalam pemimpin yang sukses di dunia,” kata penasehat KAGAYO, Salman Yoga S saat ditemui di Banda Aceh. Minggu (17/17/2022).

Menurut Salman layak, karena Sultan Alaidin Johansyah mampu membawa Islam secara baik dan dikenal oleh dunia di Asia Tenggara. Sejauh ini kerajaan Aceh Darussalam di bawah kepemimpinan Johan Syah awal viralnya Kerajaan Islam di Aceh terbesar di Asia Tenggara.

“Berdasarkan sejumlah literatur kita bisa mengatakan bahwa Merah Johansyah layak dijadikan pemimpin yang sukses dalam menyebarkan ajaran Islam Nusantara dan Asia Tenggara hingga lahirnya sejumlah kerajaan Islam seperti Demak, Kutai, Banten, Siak dan lain-lain,” tambahnya.

Menurut Salman Yoga, alasan mengapa Sultan Aceh Alaidin Johansyah (nama setelah dilantik menjadi Sultan Aceh Darussalam) masuk daftar pemimpin hebat dunia, karena Kerajaan Aceh Darussalam merupakan salah satu Kerajaan Islam terbesar di dunia.

Kerajaan besar dunia lain yang dimaksud seperti Kerajaan Islam Aspahan, Kerajaan Islam Agra, Kerajaan Islam Ottoman Turki, Kerajaan Islam Persia, dan kerajaan Islam Aceh Darussalam.

“Namun sayang, makam Sultan Pendiri Kerajaan Islam Aceh Darussalam dan pendiri nama Banda Aceh (saat sekarang ini) makamnya tidak terurus dan tidak terawat sama sekali, tidak seperti makam-makam kerajaan lainnya,” ujar Salman Yoga S.

Salman melanjutkan, fakta lain dari pemimpin satu ini adalah panglima¬† Johansyah bersama Gurunya Abdullah Kan’an menaklukkan kerajaan Cina dibawah kepemimpinan panglima perang Liang Khie (Lingke) dibawah dynasti Zhao Zhen China, karena ingin meluaskan imperium sampai ke Lamuri. (Yusra Habib Abdul Ghani, Serambi).

Kedua tokoh ini sekaligus sebagai juru selamat kepada kerajaan-kerajaan kecil lainnya seperti kerajaan Lamuri (Indra Purba), kerajaan Indra Jaya (Seudu), kerajaan Indra Purwa, kerajaan Indra Patra, kerajaan Indra Puri dan kerajaan Langkrak, yang memisahkan diri ikatan federasi kerajaan Lamuri. (Yusra Habib Abdul Ghani, Serambi).

Untuk diketahui, Ekspedisi dan Diskusi tersebut berjumlah 27 orang yang awali dari ekspedisi makam ke Aceh Besar dan berakhir dengan diskusi publik di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh.

[Red]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.