Tour de Aceh Harusnya Jadi Momentum Pariwisata Gayo

oleh
Zam-Zam Mubarak

Oleh : Zam Zam Mubarak*

Tujuh Hari terakhir ini Aceh Tengah mengalami ledakan Kunjungan Wisatawan, tingkat Hunian wisata meningkat tajam bahkan masjid masjid di Jadikan penginapan para Wisatawan yang hadir ke Aceh untuk menikmati beragam sajian objek wisata diantaranya Danau Laut Tawar, Cafe Cafe, Arung Jeram dan aneka wisata lainya beberapa hari terakhir ini saya pribadi merasa Haru dan terasa kesal dalam hati dan persoalan ini saya diskusikan dengan pelaku wisata ternyata perasaan dan pikiran kami menyatu bahkan muncul gagasan dalam diskusi tersebut untuk membentuk satgas wisata.

Rasa Kesal yang dialami para pelaku wisata adalah lemahnya peran pemerintah Daerah bahkan terkesan ” Rakyat Bekerja Pemerintah Daerah Menonton” H plus 1 kemacetan tidak diatur dengan menempatkan petugas lalulintas kini muncul lagi persoalan status Darurat sampah.

Dalam tujuh hari terakhir ini bisa dikatakan Aceh Tengah Hari Panen Raya Wisata namun pemerintah daerah tidak ” LESEK” alias BENGKEP, Mengalirnya Rezeki ke Aceh Tengah disambut “dingin menuju Beku” Bupati dan dinas Teknis tidak melakukan langkah cepat dalam menyambut ledakan Wisata satu sisi Kondisi hari menjadi Rezeki namun dilain waktu ini bisa menjadi Boomerang terhadap Wisata Aceh Tengah.

Bupati Aceh Tengah tidak mampu membaca tanda tanda kemajuan hal ini terlihat dengan sikap dingin yang telah menjadi beku.

Seharusnya pemerintah daerah membentuk tim terpadu untuk memudahkan koordinasi pariwisata dan mengerakan potensi takyat untuk menyambut kunjungan wisatawan.

Ada beberapa terobosan bisa dilakukan minsalnya buat program bedah rumah untuk dijadikan Home Stay sumber dananya bisa dari BAZIS salah satunya, Rumah para Duafa di seputaran danau lakukan Bedah Rumah untuk Homestay dalam pengelolaanya libatkan tim professional terobosan selanjutnya pasang CCTV untuk pantau pergerakan Sampah dan kemacetan masih banyak lagi hal yang harus dibenahi untuk mempercepat pembedahan ini Aceh Tengah ditransformasi menjadi Kota Pintar (SmartCity).

Tujuh hari terakhir telah berlalu kini Aceh Tengah dihadapkan dengan Event Tour de Aceh.

Ini seharusnya, menjadi momentum bagi Aceh Tengah untuk promosi daerah walaupun ada kritikan terhadap penyelenggaraan event tersebut Karena dalam penyelenggaraanya Pemda melalui dinas terkait merasa tidak dilibatkan, hal ini menunjukan sikap pro Aktif pemerintah daerah memang tidak ada sama sekali jadi tidak perlu memberikan kritikan yang berlebihan Karena persoalan mendasarnya adalah Bupati dan dinas terkait tidak proaktif untuk memajukan pariwasata Aceh Tengah hal ini bisa terlihat dari tidak adanya alokasi dana transfer pusat ke daerah dalam menu dana alokasi khusus (DAK) fisik selanjutnya dana Insentif Daerah (DID) tidak ada tahun ini menunjukan daerah ini sudah miskin Inovasi dan kreatifitas jadi rendahnya penerimaan daerah saat ini bukan semata karena Covid-19 tapi daerah ini telah gagal paham mengelola pemerintahan.

Tour de Aceh, sebenarnya Rakyat Gayo sangat mendukung penuh karena dengan event tersebut Aceh Tengah mendapatkan ruang promosi yang sangat luas dan hal ini belum tentu mampu dilaksanakan daerah ini .

Sayangnya dinas pariwisata Aceh Tengah tidak bertindak pro aktif untuk meminta kepada Disbudpar Aceh agar pelaku wisata di daerah ini diberi peran besar dalam hajatan daerah berbiaya 1 Milyar ini.

Alhasil, ajang ini tinggal 2 hari lagi, jangankan cerita manfaat, bahkan gaungnya di Aceh Tengah pun belum terasa.

*Penulis adalah Founder Linge Antara Institute

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.