[Puisi] Tragedi Api. 3
Rizki Saradi
Pandemi belum juga punah
Ia masih saja merobek kantong orang yang berpendapatan rendah
Data jumlah kematian semakin bertambah
Perbatasan kota dibuka sedemikian rupa
Hingga orang luar masuk tanpa diperiksa
Keramaian dilarang
Jam sebelas malam seluruh usaha ditutup tak terkecuali pedagang
Pandemi bisa saja membuat kita mati
Tapi setelah kemiskinan menyinggahi
Hari ini kambali ada berita yang menoreh luka
Dikabarkan salah satu rumah mengeluarkan 240 juta dalam setahun
Hanya untuk minum dan makan saja
Yang lebih menyayat hati
Dimasa pandemi mobil baru harus dibeli
2,3 miliar rupiah uang dikeluarkan
Mungkin mobil lama sudah ketinggalan zaman
Kita masih berada dimasa pandemi
Ketahanan pangan, selebaran dan sabun cuci tangan.
Kami menolak lupa [Tamat]
Bener Meriah, 2021
[SY]





