Menikahlah, Anda Akan Produktif

oleh

Oleh : Roni Haldi*

Menikah adalah ibarat sumbu kehidupan. Setiap api yang besar berasal dari sepetik api kecil yang berkumpul menyatu hingga membesar berubah wujud menjadi sebuah obor yang apinya berkobar. Orang yang sudah menikah akan memiliki cahaya penerang ditengah-tengah kegelapan ketiadaan cahaya.

Cahaya yang tidak hanya untuk dirinya semata, tapi memancar menerangi sekitarnya.
Menikah memberikan energi baru yang bernilai positif. Energi yang membangkitkan semangat hidup agar terus berjalan menatap masa hadapan. Begitu pentingnya seorang laki-laki memilki wanita yang dijadikan istri.

Karena keberadaan istri di samping seorang suami akan mengurangi tekanan kejiwaan secara drastis. Dengan adanya istri, seorang suami akan lebih tenang, jauh dari kecemasan dan rasa frustasi, tingkat emosi yang berpotensi labil berubah menjadi stabil, tekanan darah akan lebih teratur, hingga seorang suami mampu mengkondisikan baik sikap maupun tutut katanya tatkala berkomunikasi dengan siapa saja.

Bahkan dalam sebuah penelitian, dikatakan bahwa seorang laki-laki yang melakukan perjalanan seperti perjalanan dalam rangka kerja, bisnis, studi, diplomasi, atau lainnya, resiko penyakit jantung yang dialaminya akan menjadi minim bila ditemani istrinya.

Di bagian lain, didapati bahwa seorang pria yang sudah menikah memiliki tingkat fokus lebih dan daya kreatifitas yang tinggi, sementara wanita yang telah menikah lebih mampu dalam membuktikan kata berkorban dan memiiki jiwa yang penyabar dan tahan uji terhadap berbagai ujian kehidupan, bila dibanding dengan wanita yang belum menikah.

Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Universitas of Kansas pada tahun 2oo6 disimpulkan bahwa laki-laki yang sudah menikah lebih produktif dan lebih kreatif daripada laki-laki yang menjomblo.Sementara bagi wanita, melalui penelitian ini disebutkan bahwa perempuan yang telah menikah akan menurun produktiftas ilmiyahnya dikarenakan kesibukannya mengurus rumah tangga, mendidik anak, serta menjalani tugas sebagai istri.

Sebuah kenyataan yang sulit terbantahkan, dari sini kita mengetahui dan memahami bagaimana kontribusi para wanita yang telah menikah. Seluruh waktu, produktifitas keilmuan, kreatifitas berpikir, semuanya dialihkan kepada anak-anaknya, keluarganya, dan suaminya.

Seorang wanita yang sudah menikah lebih memilih memuliakan dirinya dengan keluarganya,dan kegiatan di luar rumah diposisikan bukan pada sesuatu yang diprioritaskan. Karena setiap wanita yang telah menikah akan memposisikan keluarga di atas segala-galanya.

Itulah diantara nikmat yang Allah karuniakan kepada pasangan suami istri dalam kehidupan. Dengan menikah keduanya akan memiliki ketenangan [sakinah] yang luar biasa, dengan menikah seorang suami kan meraih fokus pada tingkat tinggi hingga membantunya meraih cita-cita dan kesuksesan.

Semuaya diraih oleh seorang suami dikarenakan konsentrasinya lebih fokus pada pekerjaannya sebab istrinya telah mengurus segala keperluan rumah tangga mereka. Setiap masalah yang dihadapi oleh seorang suami saat ia bekerja, segera sirna seketika ketika seorang istri mendengar keluhan suaminya.

Beratnya tekanan yang dirasakan seorang suami, lenyap begitu saja ketika mendapat sentuhan manja seorang istri. Puncak ketenangan akan didapatkan oleh seorang laki-laki tatkala ia telah menikah. Sungguh benarlah firman Allah yang telah member jaminan sakinah bagi siapa saja yang menikah.

“Dan diantara tanda-tanda [kebesaran]-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda [kebesaran Allah] bagi mereka yang mau berpikir.” [QS. Ar-Rum 21].

Ayat tersebut menegaskan bahwa sebuah pernikahan merupakan keterpaduan antara ketenangan [sakinah], penuh rasa cinta [mawaddah], dan kasih sayang [rahmah].

Dalam Tafsir al-Jami’ li ahlamil Qur’an Imam al-Qurthubi mengatakan, rasa sakinah atau ketenangan dalam rumah tangga yang dirasakan seorang suami dari istrinya akan terlahir dari rasa kasih sayang [mawaddah] yang terlahir dari sifat lahiriyah, dan kasih sayang [rahmah] yang bersifat batiniyah dari sang suami.

Hal ini ilah yang menjadikan sebuah pernikahan melahirkan rumah tangga yang harmonis sampai rambut di kepala memutih. Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbad yang dikutip oleh Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya, “Mawaddah adalah rasa cinta kasih seorang laiki-laki untuk istrinya, sementara rahmah adalah kasih sayang yang hanya diperuntukkan bagi istrinya dalam kondisi sepahit apapun.”

Sementara Imam Fakhruddin ar-Razi dalam Tafsirnya Mafatihul Ghaib menjelaskan bahwa sakinah adaah rasa tenang dan tenteramnya hati yang dirasakan dan didapatkan dari pasangan, tidak hanya untuk suami tapi sebaliknya pasangan suami istri atau keduanya.

Sebab istri bisa menjadi tempat pasangan mendapatkan ketentraman jika istri mendapatkan pula ketenteraman pula dari suami. Ini lah penyebab yang mendatangkan mawaddah atau cinta kasih yang tercurahkan untuk pasangan. Serta dari rahmah atau rasa kasih sayang yang mengalir dari pasangan.

Menikahlah anda akan memperoleh ketenangan jiwa dan kebaikan diri. Karena bagi mereka yang menikah akan mendapat jaminan kebaikan dari Alllah Ta’ala. Menikah itu bukan hanya sebatas pernyataan diatas hitam putih lewat pengesahan pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama saja, namun lebih dari itu sebuah pernikahan adalah proses suci bersatunya dua hati dan jiwa dalam ikatan suci untuk meraih Ridha Ilahi.

*Kepala KUA Kec. Susoh, Aceh Barat Daya

Comments

comments