Le Lam Le, Tradisi Akhir Ramadhan di Pedalaman Gayo

oleh

Oleh : Sertalia*

Tepat di malam ke 26 Bulan Ramadan para anak-anak di pedalaman Gayo, Kemukiman Wihni Dusun Jamat, sudah mempersiapkan Le Lam Le di setiap halaman rumah masing-masing.

Le Lam Le ini dibuat dari pohon Pisang yang sudah didirikan di depan rumah. Pada pohon pisang itu, ditancapkan serpihan kayu berasal dari pohon pinus dengan rapi, kemudian serpihan pinus itu dibakar sehingga menjadi sebuah pohon yang dipenuhi api.

Selain serpihan api dipasang rapat dan rapi, bagian daun pisang di hiasi dengan bunga-bunga sehingga pohon pisang yang dipasang ini saat menyala terlihat indah saat malam tiba.

Le Lam Le ini dibakar setelah shalat Magrib saat malam takbiran. Ini dilakukan dengan nyanyian riuk dari anak-anak yang sedang ceria membakar Le Lam Le itu.

Ini nyanyian yang dinyanyikan sambil berlari dari halaman rumah kerumah lain “LE LAM LE IYON NI LEPAT TIKIK IYO LAANG LEPAT DELE”

Ttradisi ini di, masih dilakukan di Kampung Jamat, kecamatan Linge setiap tahunnya. Walupun kemajuan jaman digital sudah mendunia, terkadang tradisi seperti ini yang di rindukan oleh mereka-mereka yang di rantau.

*Penulis merupakan putra Asli Jamat yang saat ini menjabat sebagai komisioner KIP Aceh Tengah.

Comments

comments