Terkait 8 Putra Gayo Terlantar di Banda Aceh, Ini Penjelasan Ketua Demisioner Askab PSSI Aceh Tengah

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Terkait dengan keluhan dari para putra Gayo yang mengikuti seleksi Timnas U-16 dan U-19 di Banda Aceh (Kutaraja), Ketua Askab PSSI Aceh Tengah Demisioner, Majid, SE, M.AP memberikan tanggapannya.

Berita Terkait : Kurang Perhatian Pemerintah, 8 Putra Gayo yang Ikut Seleksi Timnas U-16 dan U-19 Terlantar di Banda Aceh

Menurut Majid ada sedikit kesalahan informasi yang disampaikan oleh Guntur selaku Koordinator yang membawa pesepak bola muda Gayo tersebut ke Banda Aceh.

“Surat yang disampaikan oleh Asprov PSSI Aceh untuk mengikuti seleksi U-16 dan U-19 yang dikirim itu saat saya masih menjabat sebagai Ketua Askab PSSI Aceh Tengah,” kata Majid.

“Maka saat itu kami langsung melakukan seleksi di Aceh Tengah, kemudian saat pengumuman lulus di Kabupaten saya tidak lagi menjabat sebagai ketua Askab, namun SK Askab PSSI Aceh Tengah yang baru juga belum keluar,” tambahnya.

Atas dasar itu kata Majid, dirinya berkoordinas dengan Asprov PSSI Aceh, disana diputuskan maka dirinya masih bisa menjalani prosesnya, namun dirinya tak lagi bisa membuat surat. Begitu juga dengan ketua Askab PSSI Aceh Tengah yang baru terpilih, pihaknya juga sudah mengkoordinasikannya.

“Kemudian setelah itu, agar adik-adik kita bisa ikut seleksi, maka saya panggil lah para orang tua. Disitu saya jelaskan, dari surat yang dikirim Asprov ke kita, semua biaya dibebankan kepada peserta masing-masing,” kata Majid.

Copian Surat Asprov PSSI Aceh terkait seleksi Timnas U-16 dan U-19 yang menyatakan peserta ikut seleksi dengan biasa sendiri. (Ist)

Dijelaskan lagi, proses seleksi tersebut harusnya digelar di Jakarta, namun saat itu pihaknya bermohon ke Asprov PSSI Aceh, untuk seleksi di wilayah Sumbagut digelar di Banda Aceh saja. “Kenapa kita bermohon, karena pertimbangannya biayanya,” katanya.

Pun demikian Majid mengatakan pihaknya masih memfasilitasi para pemain agar bisa ikut seleksi dan berkoodinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

“Pemerintah juga tidak menutup mata, hasil koordinasi kita, Pemkab telah menyediakan Bus pulang pergi Takengon-Banda Aceh, begitu juga dengan SWAB Antigen yang menjadi syarat utama pemain bisa ikut seleksi, sudah kita tanggung biayanya oleh Pemkab. Penginapan diarahkan ke Anjungan Aceh Tengah di Taman Ratu Safiatuddin,” terang Majid.

“Dan itu semua sudah kita sampaikan ke para orang tua, saat itu saya bilang bisa berangkat dengan fasilitas seperti ini ya silahkan berangkat, jika tidak maka jangan berangkat. Jadi begitulah kronologisnya, jadi saya kaget ada pemberitaan yang dikatakan terlantar itu. Mungkin sedikit ada miss komunikasi saja,” jelasnya.

Sementara itu kata Majid lagi, untuk ketua Askab PSSI yang baru saja terpilih juga langsung mengunjungi para pemain di Banda Aceh. Meski SK-nya belum keluar, tapi atas inisiatif sendiri ketua Askab terpilih, turut membantu sedikit biaya.

Sebagaimana diketahui, seleksi tersebut sebagai proyeksi Timnas U-16 dan U-19 Indonesia untuk berlaga di Piala Asia 2022 mendatang.

[Darmawan]

Comments

comments