Mahasiswa Aceh Barat Pungut Sampah di Pantan Terong Viral, Netizen : Harusnya Kita Malu

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Berita yang dimuat LintasGAYO.co berjudul Mahasiswa Asal Aceh Barat Spontan Bersihkan Sampah di Wisata Batu Susun Pantan Terong yang terbit Minggu 28 Februari 2021 viral di media sosial.

Berita ini, ternyata menarik atensi yang luas saat dipublikasikan di berbagai platform media sosial. Menggambarkan kegelisahan warga Gayo di Aceh Tengah dan Bener Meriah atas buruknya pengelolaan sampah di dua kabupaten Gayo ini.

Contoh dari besarnya atensi tersebut bisa di baca dari komentar-komentar yang masuk di grup facebook Aceh Tengah dan halaman Gayo, platform media sosial lainnya, tempat artikel ini dibagikan.

Meski yang diberitakan hanya lokasi wisata Pantan Terong yang ada di wilayah Kabupaten Aceh Tengah, tapi rupanya momentum ini juga digunakan oleh netizen untuk menyoroti penanganan sampah di kabupaten Bener Meriah.

Di kolom komentar itu, banyak netizen yang mengeritik pengelola tempat wisata itu yang dipandangnya tidak tanggap pada permasalahan penanganan sampah. Beberapa netizen yang lain menyatakan apresiasi atas apa yang dilakukan oleh para mahasiswa asal Aceh Barat tersebut.

Tapi dari semua komentar yang masuk di Grup Aceh Tengah dan halaman Gayo, komentar paling banyak adalah yang mengungkapkan rasa malu sekaligus kekecewaan kepada pemerintah di dua kabupaten ini karena mahasiswa Aceh Barat yang seharusnya datang untuk bersenang-senang, malah tiba di sini mereka jadi membersihkan sampah.

Ungkapan rasa malu itu bisa kita baca di komentar netizen yang bernama Asiah Suryani IB.

“Yah hamakke boh,, Jema nggeh bedediang ahere ngutipi sampah nte,,” ungkapnya dalam komentarnya.

Kemudian Basry Al Hafidz menyatakan, ungkapan senada

“ino kemele.. pokolan samping ken masyarakat gayo ni ya.. yg kurang sadar akan sampah.. buang sampah sembarangan…pengelola hanya terima uang masuk aja..”

Alwin Alfarizy Alfaro menyatakan “Saya kira ini memalukan bagi masyarakat gayo dan mahasiswa gayo.”

Hairu Gemasih D’vg menyampaikan pendapatnya dengan lebih terang benderang, alias tak tulen dalam bahasa Gayo
“gere kemel pe, aranpe jema aceh barat nggeh mbersehi sampah daripada urang diri, dan sarami mayo pelen bayar sedangkan tempate gere ara kenyamanan ne. mice,” geramnya.

Seorang ibu rumah tangga di Aceh Tengah, Ulfa yang dimintai tanggapannya mengenai komentar netizen di media sosial ini mengatakan bahwa, itu adalah tanda kalau masyarakat sebenarnya peduli dengan persoalan sampah di dua kabupaten ini.

“Tapi masyarakat tidak tahu harus berbuat apa, karena pemerintah yang memiliki wewenang membuat kebijakan dan mengalokasikan dana untuk mengatasi persoalan sampah itu seolah tidak berbuat apa-apa,” katanya.

“Semoga dengan adanya kejadian ini, pemerintah juga merasa malu dan segera melakukan aksi untuk mengatasi persoalan sampah ini,” pungkasnya.

[Darmawan]

Comments

comments