Walau Pandemi, Syukran Kribo Tetap Proses 5 Ton Wine Kopi Gayo Per Musim Panen

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Pandemi Covid 19 memberikan dampak cukup signifikan pada penjualan. Harga Kopi Arabika Gayo yang semula berada diangka Rp. 100.000 saat ini hanya Rp. 55.000 sampai dengan 60.000 per kalengnya.

Meski kondisi harga yang anjlok itu, seorang pemuda di Aceh Tengah, Syukran yang akrab disapa Syukran Kribo, tetap memproses kopi Gayo untuk olahan wine coffee.

Tak tanggung-tanggung, dia memproses wine coffee sebanyak 5 ton per musim panen. Kepada LintasGAYO.co, Kamis 14 Januari 2020, Syukran mengatakan, dirinya membeli kopi dari petani dengan harga yang lebih tinggi dari harga saat ini.

“Per Musim Panen, kita mengolah lebih kurang 5 ton kopi.Sebagian sudah terjual, ada yang sedang dalam tahap penjemuran dan kita beli dari petani dengan harga yang lebih pantas,” tutur Syukran.

Si Kribo asal Kecamatan Bintang ini mengaku senang mendalami proses pengolahan kopi Gayo, terutama wine.

“Sudah empat tahun saya fokus mengolah kopi wine, tidak main konvensional dan saya sudah menikmati hasilnya,” ungkapnya.

Untuk memperoleh kopi wine hingga siap jual, Syukran membutuhkan waktu lebih kurang 2 bulan lamanya, kopi tersebut harus melewati fase fermentasi selama 25 hari sejak dipetik untuk kemudian dijemur hingga kadar air tertentu.

Kemudian kopi tersebut akan digiling hingga diperoleh green bean hingga fase terakhir adalah sortasi untuk memisahkan kopi berkualitas baik dengan trase.

Dalam kesempatan yang sama saat diwawancarai, Syukran yang sedang menjemur 700 kaleng gelondong Kopi itu juga menyampaikan himbauanya kepada anak muda Gayo untuk kreatif memanfaatkan peluang dan tidak lalai terdahap peluang yang ada.

“Anak muda Gayo, ayo kita proses kopi, enti lale,” tutup Syukran.

[H.Dara/DM]

 

 

Comments

comments