Tenòn Opoh Kio Diharap Jadi Cikal Bakal Bangkitnya Kembali Dunia Tekstil di Gayo

oleh

Takengon-LintasGAYO.co : Bupati Drs Shabela Abubakar menutup kegiatan pelatihan inovasi Tenun Kerawang Gayo, kegiatan yang digagas oleh Sanggar Kute Dence tersebut, bertempat di Hotel Linge Land Jalan Yos Sudarsi, No.1001, Blang Kolak II, Bebesen, Takengon, Aceh Tengah, Selasa (17/11/2020).

Dalam laporan Koordinator pelaksana Peteriana Kobat melaporkan rangkaian kegiatan ini diselenggarakan oleh Sanggar Kute Dance bekerja sama dengan Direktorat Jendral Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Rangkaian kegiatan ini telah berlangsung sejak tanggal 14 September yang lalu, dimulai dengan seminar awal, dilanjutkan dengan riset lapangan, re-kontruksi alat tenun, Workshop dan diahiri dengan seminar hasil tadi siang telah selesai kami laksanakan,” ujarnya.

Ana Kobat begitu ia disapa, menyebutkan dari seluruh Peserta pelatihan telah diseleksi 14 penenun terbaik dan ditentukan kembali 8 diantaranya dipilih sebagai penerima alat tenun agar mereka dapat melakukan pengembangan diri dan mampu mempertahankan produksi tenun sebagai salah satu alternatif sumber ekonomi bagi masyarakat.

“Selain alat tenun, kami bekali pula dengan sejumlah bahan pembantu produksi beserta benang yang cukup untuk menghasilkan sekitar lima belas sampai dua puluh helai kain seukuran kain sarung,” ujarnya.

‘Kami berharap semua yang kami berikan ini cukup sebagai modal awal untuk mendorong usaha pengrajin tumbuh dan berkembang
Alat tenun ini pada tahap awal kami pinjamkan selama enam bulan, apabila tidak mampu berproduksi maka alat tenun tersebut kami tarik kembali dan akan diberikan kepada calon penenun cadangan,” tambah Ana Kobat.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar menyampaikan, dengan capaian target inovasi pemberdayaan dan pembelajaran bagi masyarakat, yang bertujuan untuk menumbuh kembangkan serta mengulas kembali akar budaya leluhur kita yang mulai tergerus jaman dan menghilang terkubur moderenisasi.

“Semoga usaha yang luar biasa ini dapat menjadi titik balik bagi kita, mengangkat kembali Budaya dan tradisi dari dataran tinggi tanoh gayo sebagai daerah yang kaya akan khazanah adat dan budaya baik secara nasional bahkan kedunia luar,” kata Shabela.

Hasil dari inovasi tenun Gayo atau dikenal dengan kerajinan Opoh Kio ini, dapat dijadikan alternatif pilihan bagi peminat kain nusantara yang semakin beragam, mulai dari kain bordiran motif kerawang gayo yang lebih dahulu populer demikian atau batik motif kerawang yang kian akrab dijadikan buah tangan dari daerah yang kerap dijadikan kunjungan wisata baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bupati mengharapkan kerajinan tenun opoh kio Gayo dapat menjadi cikal bakal bangkitnya indusri tekstil gayo yang akan berkembang tidak hanya berskala konveksi kecil bahkan dapat menjadi industri garment dengan skala produksi yang lebih besar.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyambut baik upaya pengkajian dan penelitian, tentang keberadaan kerajinan tenun Gayo sebagai salah satu teknologi tradisional Gayo yang berkaitan erat dengan kehidupan budaya masyarakat Gayo di masa lalu.

“Pada kesempatan ini selaku Pimpinan daerah Kami memberikan apresiasi kepedulian sebagai upaya melestarikan kembali tenun Gayo, dengan segera mencetak dan menyebar luaskan Buku hasil penelitian ini sebagai literatur pendukung publikasi Kerajinan tenun Gayo,” kata Bupati.

[SP]


Ikuti channel kami, jangan lupa subscribe :

Comments

comments