Kendala Kapal dan Dollar, Jadi Salah Satu Penyebab Harga Kopi Gayo Masih Tertahan Diangka Ini

oleh

REDELONG-LintasGAYO.co : Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Aceh, Armia mengatakan, saat ini harga kopi Gayo di pasaran sudah ada mencapai 8 ribu hingga 8,5 ribu Rupiah per bambu, dari harga yang sebelumnya hanya dikisaran 6 ribu perbambu.

Meski harga masih jauh dari normal, Armia mengatakan hingga saat ini belum terjadi penolakan pembelian di petani oleh pedagang.

“Artinya kita bersyukur kopi Gayo itu masih dibeli, tidak ada yang menolak, meski harga belum normal. Bahkan ada fluktuasi harga, ada juga yang beli 7.500 rupiah perbambu saat ini,” kata Armia, Senin 16 November 2020.

Pun begitu, Armia mengatakan, harga yang dipatok saat ini masih saja bisa berkurang lantaran pemilihan presiden Amerika yang dimenangkan oleh Joe Biden membuat harga dollar turut turun.

“Pelaku pasar memprediksi dollar akan sampai ke 13 ribu 500 rupiah, dan itu akan berpengaruh lagi kepada harga kopi, selain kondisi Pandemi ini,” kata Armia.

Ketika ditanya masalah pengiriman kopi Gayo ke negara Buyer, Armia menyebutkan saat ini, para eksportir masih terkendala dengan kapal yang transit di Singapura.

“Kalau dari Belawan itu, tidak ada lagi masalah. Sekarang, saat transit di Singapura, itu yang susah, ada teman-teman yang sudah sebulan tertahan disana, tidak bisa berangkat barangnya,” terang Armia.

“Kondisi seperti ini, sebelum Covid-19 juga sering terjadi, apalagi di akhir tahun. Semua ekportir berlomba-lomba mengirimkan barangnya. Mudah-mudahan bisa cepat dikirim, agar tidak lagi terjadi penumpukan kopi dan harga perlahan normal,” demikian Armia.

[Darmawan]


Ikuti channel kami, jangan lupa subscribe :

Comments

comments