Pendatang dari Luar Aceh Mulai Gunakan Jalur Tikus Masuk ke Aceh Tengah, 29 Orang Terjaring

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Para pendatang dari luar daerah Aceh Tengah terutama yang berasal dari Sumatera Utara dalam beberapa waktu terakhir semakin banyak.

Hal itu membuat, Gugus Tugas Covid-19 Aceh Tengah mengintensifkan pemeriksaan di chek point Paya Tumpi.

Namun, dalam sepekan terakhir pendatang yang menumpang dengan angkutan umum jarang terjaring di pos pemeriksaan.

Usut punya usut ternyata banyak dari mereka (pendatang) menggunakan jalur tikus untuk masuk ke Aceh Tengah. Jalur ini dipakai, untuk mengelabui petugas di pos pemeriksaan, agar kelengkapan syarat masuk tidak diperiksa.

Seperti yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Aceh Tengah, dr. Yunasri, M.Kes, Selasa 23 Juni 2020.

Katanya, pada kemarin Senin 22 Juni 2020, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Kampung Paya Tumpi Baru, guna memantau jalan-jalan kecil yang ada di kampung tersebut.

“Setelah kita lakukan koordinasi dengan pihak kampung, di bantu relawan Covid-19 kampung setempat, ternyata benar ada pendatang dari Sumatera Utara yang tak lagi melalui pos pemeriksaan,” kata Yunasri.

“Mereka menggunakan jalan-jalan tikus di Kampung Paya Tumpi Baru untuk bisa masuk ke Aceh Tengah. Hari ini setelah pemeriksaan di intensifkan, 29 orang berhasil dijaring berkat bantuan relawan Covid-19 di kampung setempat,” terangnya.

Dikatakan lagi, ke-29 orang tersebut di cek dokumennya, termasuk surat bebas Covid-19 baik rapid test maupun Swab. Dari 29 orang itu, 26 ber-KTP Sumatera Utara dan sisanya ber KTP Aceh Tengah.

“Dan pada hari ini juga ada dua orang yang kita pulangkan ke daerah asalnya, keduanya bekerja sebagai sales,” kata Yunasri.

Lanjutnya lagi, Gugus Tugas Covid-19 Aceh Tengah akan terus memperketat jalur-jalur yang dimungkinkan dimasuki oleh pendatang.

“Mereka (para pendatang) sudah mengetahui bagaimana ketatnya proses screening di Aceh Tengah, jadi mereka mau gunakan cara lain agar bisa masuk,” ungkap Yunasri.

“Hal ini kita lakukan untuk dapat menscreening setiap pendatang. Kita tidak larang untuk masuk ke Aceh Tengah, tapi ada aturannya. Kita lakukan ini, untuk menjaga daerah ini agar tetap berstatus zerro case Covid-19,” demikian Yunasri.

[Darmawan]

Comments

comments