Pangkal Pinang – Hari kedua ajang Pekan olahraga wilayah (Porwil) Sumatera IX 2015 di Kepulauan Bangka Belitung, Aceh mengoleksi delapan medali dari dua cabang yang mulai memasuki babak final di beberapa nomor, yaitu cabang atletik dan catur. Sementara cabang lainnya yang dimulai pertandingan masih pada tahapan babak penyisihan.
Dari delapan medali yang diperoleh kontingen Aceh, tujuh diantaranya disumbangkan oleh cabang atletik. Yaitu dua medali emas di nomor lompat tinggi dan lompat jangkit, atas nama Rahmad Rizki dan Rizka Mulya. Kemudian tiga medali perak dan dua perunggu.
Di cabang catur, Aceh baru mengoleksi satu medali perunggu.
Sementara di cabang lainnya, seperti pencak silat, Sabtu 14 November, dari tujuh pesilat yang bermain di berbagai kelas, tiga di antaranya berhasil melaju ke babak berikutnya, sementara empat pesilat harus tertahan di babak kualifikasi. Besok, Minggu 15 November 2015, akan ada 10 pesilat Aceh yang akan kembali bertanding di berbagai kelas.
Di cabang sepakbola, Aceh berhasil bangkit saat tampil dalam laga kedua di Stadion Orom, Sungailiat, Bangka Belitung. Dalam laga itu, Zulfiandi dkk menang tipis 1-0 atas Sumatera Barat.
Sehari sebelumnya Aceh kalah dari Sumatera Utara dengan skor 2-0. Sebenarnya Fitra Ridwan dkk tampil apik pada laga pembuka. Hanya saja banyak peluang emas gagal membuahkan gol.
Di laga kedua, pasukan Serambi Mekkah Bermain dengan kekuatan penuh, tim yang diasuh Jessi Mustamu harus menunggu hingga babak kedua untuk mencetak gol. Gol semata wayang itu berkat jasa Miftahul Hamdi.
Dalam laga kontra Sumbar, sejumlah peluang yang dibuat Fani Aulia, Saifuddin dan Fitra Ridwan gagal berbuah gol. Beberapa kali tendangan pemain Aceh membentur mistar gawang. Kondisinya tak jauh beda dengan laga pembuka saat menghadapi Sumatera Utara. Meski Aceh menguasai laga, tapi tak ada gol yang tercipta sepanjang babak pertama.
Kendati menguasai permainan, Rahmanuddin dkk kesulitan membongkar pertahanan Sumbar, sehingga laga babak pertama berakhir dengan skor 0-0. Memasuki babak kedua, Syahrizal dkk sedikit mengendurkan permainan dan memanfaatkan serangan balik. Silih berganti, Jalwandi, Faumi Syahreza membombardir jala Sumbar.
Sebuah aksi dari Miftahul Hamdi, nyaris mencetak gol pembuka pada sekira menit 54, sayang tendangannya membentur tiang gawang. Pemain eks Timnas U-19 yang kini membela Bali United terlihat kesal.
Kans Aceh mencetak gol terbuka pada pertengahan babak kedua. Sebuah upaya dari rusuk kiri yang dilakukan Zulfadhli berhasil merepotkan bawah Sumbar yang digalang Rezi Syafrianto dkk.
Aksi alumni Paraguay yang menusuk ke gawang membuat kiper Sumbar, Rizki Bima kelimpungan, sehingga bola yang gagal ditangkapnya seketika ditanduk Miftahul Hamdi pada menit 67.
Skor 1-0 bertahan hingga babak kedua usai.
“Meski menang 1-0, yang penting anak-anak (pemain) sudah mulai menujukkan peningkatan permainan,” kata Manajer Tim Sepakbola Porwil Aceh, Fahkrurrazi Haji Cut. Ia berharap pada pertandingan berikutnya semua pemain dapat menujukkan performa maksimal.
Laga ketiga akan dilakoni tim sepakbola Porwil Aceh pada Senin 16 November 2015 menghadapi Riau.[]





