Hujan Mengguyur Gayo Lues Petani Jagung Bersujud Syukur

oleh
Jagung terancam gagal panen di Gayo Lues

Blangkejeren-LintasGayo.co : Petani Jagung di Kecamatan Blangekejeren Kabupaten Gayo Lues langsung melakukan sujud syukur saat hujan mengguyur Negeri Seribu Bukit, Kamis 3 Juli 2014. Diprediksi, jika dalam seminggu ini hujan tak kunjung turun, ratusan hektar tanaman jagung akan gagal panen.

Petani jagung warga Blangkejeren, M. Ali, Kamis (3/7) mengatakan, wilayah Gayo Lues mulai diguyur hujan lebat Rabu sore, hampir semua daerah perkebunan mendapatkan air yang berkecukupan setelah hujan dari sore hingga malam.

“Saya langsung bersujud syukur saat hujan turun, mengucapkan terima kasih kepada Allah atas karunia yang diberikan, karena jika tidak turun hujan dalam waktu seminggu ini, saya yakin jagung yang mulai berbuah di kebun saya pasti tidak akan normal lagi tumbuhnya,” katanya.

Sesaat sebelum hujan turun di Kabupaten Gayo Lues, angin kencang sempat melanda di beberapa daerah yang diduga menjadi prioritas penangkal hujan, seperti di Jalan Blangkejeren menuju Aceh Tenggara, Penggalangan, dan Blang Tenggulun.

“Mudah-mudah dari sini kedepan tidak lagi kemarau yang berkepanjangan, karena masyarakat kecil yang mengharapkan hasil pertanian dan perkebunan sangat bergantung dengan cuaca, jika cuaca kemarau, penghasilan menurun, dan jika musim penghujan, maka penghailan ikut meningkat,” kata M. Ali.

Sebelumnya seperti diberitakan LintasGayo.co, hujan tidak turun diduga kuat karena adanya upaya menangkal turunya hujan yang diistilahkan dengan “Nyarang” yang ditenggarai dilakukan oleh oknum pihak ketiga yang sedang mengerjakan proyek fisik baik jembatan, jalan dan lain-lain di daerah tersebut. (Anuar Syahadat)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *