
Takengon – LintasGayo : Alat menangkap ikan, Cangkul atau nama Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Jaring Angkat dengan nama umum Lift Net. Sudah sejak lama digunakan nelayan diseputaran Danau Lut Tawar (DLT) Aceh Tengah sebagai alat untuk menangkap ikan di Gayo. Meski Cangkul tidak termasuk cara menangkap ikan khas Gayo, karena didaerah lain seperti negara Bangladesh juga memiliki cara yang sama seperti di Gayo namun memiliki nama berbeda yakni Dharma Jal.
Namun di Gayo sendiri, Cangkul merupakan primadona nelayan untuk menangkap ikan endemik DLT, Depik (Rasbora tawarensis) sebelum tahun 1974 yang masih ramai dipakai oleh nelayan. Akhirnya setelah tahun tersebut, Cangkul pun mulai ditinggalkan oleh nelayan dengan adanya alat tangkap baru yang lebih menjanjikan.
Seperti diungkapkan salah seorang warga Rawe Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah, Hasan Basri (66), Minggu (10/11/2013), Cangkul mulai ditinggalkan masyarakat nelayan di Danau Lut Tawar sejak tahun 1979 karena adanya alat tangkap baru.
“Sejak tahun itu, Cangkul perlahan menghilang disini, digantikan dengan alat tangkap baru yakni Doran (Jaring penangkap ikan)”, kata Hasan Basri.
Saat ini tidak ada lagi terlihat penyangkulen disekeliling danau, dan masyarakat pun memilih menangkap depik menggunakan doran karena menjanjikan.
“Kalau dulu, ikan Depik datangnya musiman, musimnya biasanya 4 bulan lamanya dan menangkapnya dengan cangkul atau dedesen, namun saaat ini hampir setiap hari ada ikan depik dipasar, karena pola penangkapannya menggunakan doran”, katanya.
Menurutnya, menangkap ikan depik dengan menggunakan doran sebenarnya membuat populasi ikan depik itu semakin sedikit dari hari kehari ditambah dengan laju pencemaran yang terjadi dihampir seluruh keliling danau kebanggaan masyarakat Gayo ini.
“Hal ini harus segera diatasi jika kita semua menginginkan ikan depik itu ada hingga anak-cucu kita kelak”, pungkasnya.
Sementara itu, salah pemerhati sumberdaya perairan, Munawardi menjelaskan, penangkapan Depik menggunakan doran haruslah memakai aturan yang sesuai.
“Menangkap ikan Depik haruslah dilakukan dengan cara selektif, dengan menggunakan mata jaring lebih dari 5/9 inci, menangkap ikan Depik tidak masalah, jika nelayan menggunakan kurang dari ukuran tersebut, maka penangkapan ikan depik tersebut tidak selektif lagi. Karena ikan Depik yang tertangkap tidak sempat bereproduksi, hal tersebut akan mengurangi populasi Depik, artinya tunggu dewasa dulu baru ditangkap”, terangnya..
(Darmawan Masri)





