Tgk. Razali Irsyad : jangan ofensif agar kerukunan beragama terjaga di Aceh Tengah

oleh
Peserta Orientasi FKUB Kab. Aceh Tengah di Aula Kankemenag Aceh Tengah, 3 September 2013.
Peserta Orientasi FKUB Kab. Aceh Tengah di Aula Kankemenag Aceh Tengah, 3 September 2013.

Takengon – LintasGayo.co : Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Aceh Tengah, Tgk.H.Razali Irsyad,BA menyatakan kehidupan beragama di Aceh Tengah akan berjalan baik, maka masing-masing pemeluk agama harus mengamalkan ajaran agamanya dengan baik, hal ini bisa dilakukan di keluarga kita. Hal ini dinyatakandalam pertemuan FKUB Aceh Tengah yang digelar di aula Kankemenag Aceh Tengah, Selasa 3 September 2013.

DijelaskanĀ Tgk.H.Razali Irsyad dalam kegiatan bertajuk “Orientasi FKUB Kabupaten Aceh Tengah” itu, kegiatan pertemuan itu merupakan bagian dari upaya membicarakan hal-hal penting terkait dengan memelihara hubungan yang harmonis antar pemeluk agama yang ada di dataran tinggi Gayo.

“Semua agama mengajarkan kedamaian dan kerukunan bagi pemeluknya. Oleh karena itu di antara pemeluk agama jangan berlaku ofensif,” tegas Tgk. Razali.

Maksud ofensif adalah, menjelajahi wilayah orang lain yang bukan lahan garapannya. Contoh tindakan ofensif, sebut Razali adalah seperti yang terjadi di beberapa titik pesisir Aceh pasca tsunami.

Dalam kesempatan itu, Kakankemenag Aceh Tengah, Drs.H.Hamdan,MA juga menyampaikan tentang peran dan fungsi kementerian agama dalam meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.

Hamdan menegaskan, bahwa hal yang patut disyukuri adalah, bahwa di Aceh Tengah khususnya, dan Aceh pada umumnya tidak pernah ada konflik antar umat beragama. Atau konflik yang disebabkan karena perbedaan agama. “Konflik yang pernah terjadi di Aceh hanyalah konflik politik,” ujarnya. Oleh karena itu, marilah kita pelihara kedamaian dan kerukunan yang selama ini terjalin dengan baik.

Tugas dan tanggung jawab memelihara kerukunan beragama adalah tugas kita bersama, tutur Hamdan. “”Bukan hanya tugas pemerintah, bukan hanya tugas kementerian agama,” tegasnya.

Kata kuncinya adalah kita semua, kita berkewajiban melangsungkan kerukunan umat beragama. Terutama di tanah gayo ini. tambah Haji Hamdan.

Sementara itu, Wakil Bupati Drs.H.Khairul Asmara, MM yang juga hadir menyampaikan bimbingan dan arahan sekaligus menyajikan paparan tentang kebijakan pemerintah daerah terhadap keberadaan FKUB Aceh Tengah mengharapkan agar forum ini bisa menghasilkan rekomendasi yang nantinya bisa menjadi acuan pemkab dalam melaksanakan program pembinaan kerukunan beragama di Aceh Tengah

Kegiatan orientasi ini menghadirkan para peserta yang terdiri dari para pengurus FKUB Aceh Tengah, tokoh-tokoh agama Islam, Protestan,
Katolik dan Budha yang ada di tanah gayo. Hadir juga unsur KUA Kecamatan yang ada di sekitar kota Takengon (Kebayakan, Lut Tawar dan
Bebesen) serta para penyuluh agama Islam fungsional (PAIF) dari 14 kecamatan. Selain itu hadir juga dari unsur Kantor Kesbanglimas dan
dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tengah.

Tema yang diusung dalam kegiatan tersebut: “Melalui Orientasi FKUB, Mari Kita Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama di Kabupaten Aceh
Tengah”. (Mahbub Fauzie| kha )

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.